Installing RIDE on Rasbian 64 OS

prepare wxpython installation:

sudo apt update
sudo apt -y build-essential
sudo apt-get install libgtk-3-dev

Install wxpython for build on Pi:

sudo pip3 install -U wxpython

Remark this process can take hours for buiding installer!

Looking in indexes: https://pypi.org/simple, https://www.piwheels.org/simple
Collecting wxpython
  Using cached https://files.pythonhosted.org/packages/b0/4d/80d65c37ee60a479d338d27a2895fb15bbba27a3e6bb5b6d72bb28246e99/wxPython-4.1.1.tar.gz
Requirement already satisfied, skipping upgrade: pillow in /usr/lib/python3/dist-packages (from wxpython) (5.4.1)
Requirement already satisfied, skipping upgrade: six in /usr/lib/python3/dist-packages (from wxpython) (1.12.0)
Requirement already satisfied, skipping upgrade: numpy in /usr/lib/python3/dist-packages (from wxpython) (1.16.2)
Building wheels for collected packages: wxpython
  Running setup.py bdist_wheel for wxpython ... done
  Stored in directory: /home/andie/.cache/pip/wheels/54/32/da/dc5c828a12bc9a1ca58d5555f1076fd7d2984ae9c0e03eb510
Successfully built wxpython
Installing collected packages: wxpython
  The scripts helpviewer, img2png, img2py, img2xpm, pycrust, pyshell, pyslices, pyslicesshell, pywxrc, wxdemo, wxdocs and wxget are installed in '/home/andie/.local/bin' which is not on PATH.
  Consider adding this directory to PATH or, if you prefer to suppress this warning, use --no-warn-script-location.
Successfully installed wxpython-4.1.1

Install RIDE:

sudo pip3 install robotframework-ride

now you can start it via terminal:

nohup ride.py &

Migrasi Pi OS dari SD card ke M2-SSD pada Pi 4 8G

seiring dengan keluarnya Raspberry pi4 8G , saya memigrasikan seluruh sistim development saya ke Raspbian 64 OS,

ini adalah hardware yang saya gunakan:

  • Raspberry Pi 4 Computer Modell B, 8GB RAM
  • Argon ONE M.2 Case für Raspberry Pi 4
  • Kingston M.2 SSD A400 240GB
  • Raspberry Pi USB-C Netzteil 5,1V / 3,0A, EU

Alasan saya memigrasikan dari SD card 64G ke SSD 240 adalah karena kebutuhan tempat untuk code saya, juga kecepatan boot dan operasi dari Pi yang saya pergunakan.

Referensi info untuk migrasi bisa anda lihat dengan detail di sini:

Using Olympus Zuiko OM Macro Lens on Nikon DSR Camera

Dalam artikel ini saya mencoba untuk menjabarkan mengapa saya menggunakan lensa olympus macro untuk membuat slide copy dengan nikon DSR kamera saya.

Seiring dari migrasi PC saya dari windows XP ke MAC, saya menemui hal yang agak mengganggu dalam kegiatan fotografi saya, sebelum berpindah ke MAC semua slide Analog saya selalu saya digitalisasi dengan Film Scanner (Canon Canoscan 2700) , scanner ini mesih menggunakan SCSI2 interface untuk dihubungkan dengan PC, setelah migrasi ke MAC , ternyata sangat sulit untuk mencari Driver serta Adapter untuk menghubungkan USB ke SCSI2, karena itu saya mencari solusi bagaimana mendigitalisasi film atau slide saya.

Beberapa waktu yang lalu saya temukan solusi yang menarik untuk digitalisasi Slide dan Negativ saya dengan Lensa Macro (Olympus OM Zuiko Auto Macro 50mm/F3.5 ).

Transfer Slide to digital with Nikon PB4 and PS4 on D850 & Zuiko 50mm Macro lens

Adalah sangat mudah dan nyaman untuk mengatur focus lensa secara manual, dengan Live view mode dengan D850. Waktu digitalisasi juga sangat cepat dibandingkan dengan menggunakan film scanner.

Requirements based Testing with Robotframework

Contoh Struktur Persyaratan dengan RIDE

Dalam artikel ini saya ingin sedikit berbagi pengalaman saya dalam penerapan test automatisasi dengan Robotframework dalam bentuk pengujian bersyarat (Requirements based Testing)

Sebelum itu mari kita lihat dan pahami , apa arti Pengujian berbasis Persyaratan (Requirements based Testing) secara umum.

Apa itu Pengujian Berbasis Persyaratan?
Pengujian berbasis persyaratan adalah pendekatan pengujian di mana kasus pengujian, kondisi, dan data berasal dari persyaratan. Ini termasuk tes fungsional dan juga atribut non-fungsional seperti kinerja, keandalan atau kegunaan.

Tahapan dalam Pengujian berdasarkan Persyaratan:

  • Menentukan Kriteria Penyelesaian Test :
  • Pengujian selesai hanya jika semua pengujian fungsional dan non-fungsional selesai.
  • Desain Kasus Uji: Kasus uji memiliki lima parameter yaitu:
    • keadaan awal atau prasyarat,
    • penyiapan data,
    • masukan,
    • hasil yang diharapkan,
    • hasil aktual.
  • Jalankan Test: Jalankan kasus uji terhadap sistem yang sedang diuji dan dokumentasikan hasilnya.
  • Verifikasi Hasil Test: Verifikasi apakah hasil yang diharapkan dan aktual cocok satu sama lain.
  • Verifikasi Cakupan Test: Periksa apakah pengujian mencakup aspek fungsional dan non-fungsional dari persyaratan.
  • Lacak dan kelola Kesalahan Software: Setiap
    Kesalahan yang terdeteksi selama proses pengujian melewati siklus hidup Kesalahan dan dilacak hingga penyelesaiannya. Statistik
    Kesalahan dipertahankan yang akan memberi kita status keseluruhan proyek.

Persyaratan Proses pengujian:

  • Pengujian harus dilakukan tepat waktu.
  • Proses pengujian harus menambah nilai siklus hidup perangkat lunak (software), oleh karena itu harus efektif.
  • Menguji sistem secara menyeluruh tidak mungkin dilakukan sehingga proses pengujian juga harus efisien.
  • Pengujian harus memberikan status keseluruhan proyek, oleh karena itu harus dapat dikelola. Dan biasanya untuk tujuan ini digunakan Test Management Tools (salah satu contohnya adalah Mantis / TestLink/ HP-ALM-Quality Center / Jira Plugin XRAY)

Contoh Desain Kasus Uji dengan Robotframework:

*** Settings ***
Documentation     *Kriteria Penyelesaian Test:*
...               Ein SGD ePA MUSS Folgendes sicherstellen: Wenn über dessen HTTPS-SGD-Schnittstelle (vgl. ) ein POST- Request mit dem Request-Body nach [gem_SGD_ePA#Tab_KeyDerivation-Request] eintrifft, so MUSS die RVE des SGD
...               - das Zertifikat im Datenfeld *Certificate* gemäß TUC_PKI_018 prüfen und
...               dabei Ergebnisse nach \ \ berücksichtigen.
...
...               - die Kodierung und die Signatur der ""PublicKeyECIES"" prüfen (vgl. \ und ).
...               Falls eine der Prüfungen ein nicht-positives Ergebnis liefert, so MUSS die RVE des SGD mit einer entsprechenden Fehlermeldung aus [gemSpec_SGD_ePA#] dem Client antworten und die weitere Requestverarbeitung abbrechen.
...
...               Die RVE des SGD MUSS die Informationen aufbereiten und an das für den Request avisierte SGD-HSM übergeben (vgl.). Liefert das SGD-HSM ein OK, so MUSS die SGD die Antwort den HTTP-POST-Request mit folgender Nachricht beantworten:
...               {
...               \ ""Status"" : ""OK"",
...               \ ""EncryptedMessage"" : ""... Base64-kodiertes Chiffrat. Das Chiffrat wurde vom SGD-HSM erzeugt ...""
...               }
...               Anderenfalls (SGD-HSM meldet einen Fehler) MUSS die RVE des SGD mit einer entsprechenden Fehlermeldung aus [gemSpec_SGD_ePA#] \ dem Client antworten.


*** Test Cases ***
A_17898-1
    [Documentation]    *Definisi Test:*
    ...    - Am SGD ePA trifft über die HTTPS-SGD-Schnittstelle (vgl. A_17889) ein POST-Request mit dem Request-Body nach [gem_SGD_ePA#Tab_KeyDerivation-Request] ein: die RVE des SGD prüft das Zertifikat im - Datenfeld ""Certificate"" gemäß TUC_PKI_018 \ und berücksichtigt dabei Ergebnisse nach A_17896.
    ...    - Die RVE des SGD prüft die Kodierung und die Signatur der ""PublicKeyECIES"" (vgl. A_17900 und A_17901).
    ...
    ...    *Hasil Test:*
    ...    - Beide Prüfungen liefern ein positives Ergebnis.
    ...    - Die RVE des SGD bereitet die Informationen auf.
    ...    - Die RVE des SGD übergibt die aufbereiteten Informationen an das für den Request avisierte SGD-HSM.
    ...    - Das SGD-HSM liefert ein OK.
    ...    - Die SGD beantwortet den HTTP-POST-Request mit folgender Nachricht:{\ ""Status"" : ""OK"",\ ""EncryptedMessage"" : ""... Base64-kodiertes Chiffrat. Das Chiffrat wurde vomSGD-HSM erzeugt ...""}"
    [Tags]    A_17898    gemSpec_SGD_ePA    owner-at    prio-1
    [Setup]    Enable Strict Validation
    sgd-clientjavaWF.Vorbedingungen für Überprüfung
    sgd-clientjavaWF.Schritt1
    sgd-clientjavaWF.Schritt2
    sgd-clientjavaWF.Schritt3
    sgd-clientjavaWF.Schritt4
    sgd-clientjavaWF.Schritt6

Kriteria Penyelesaian Test dapat anda implementasikan dalam fungsi [Documentation] pada Robotframework Test.

Verifikasi Cakupan Test dapat anda implementasikan dalam fungsi [Tags] pada Robotframework Test.

Verifikasi Hasil Cakupan Test akan dihasilkan oleh Robotframework Test Report dan Test Log, yang didalamnya menggambarkan jalur dan urutan Test anda.

Anda tidak membutuhkan Aplikasi atau Software extra untuk mengimplimentasikan Kriteria yang saya sebutkan di atas.

Hasil dan dokumentasi dari Test anda akan anda dapatkan selalu dari hasil akhir automatisasi Test anda dengan Robotframework.

Vintage Lens 2 on Nikon DSLR

Lensa macro kedua yang menarik yang saya pergunakan untuk makro fotografi dengan kamera DSLR, adalah Olympus Zuiko Macro Auto1:1 85mm f4.

Olympus sebagai produsen Fotografi optik juga terkenal, dengan Produk (lensa macro) yang mempunyai kwalitas yang sangat baik , lensa ini menarik untuk saya karena jarak ke motiv yang sangat nyaman untuk pemotretan, dan kalau digunakan langsung dengan nikon D50 & Dandelion Chip Tube saya (22mm). saya dapat menggunakan on Body Flash untuk pemotretan macro saya.

Lensa: Olympus OM Zuiko 1:1 Macro Lens 80 mm f/4

Assesori: Adapter Lensa Olympus OM ke Nikon F MountDandelion chipping Tube.

Contoh hasil foto dengan D50 & D850

Vintage Lens 1 on Nikon DSLR

Exa Bellow Tessar 50mm/f2,8 adalah salah satu lensa macro yang terbaik, yang pernah dibuat oleh firma Exakta.

Lensa ini terdapat dalam 2 model pertama dengan Exakta Bajonet (lens body chrom) dan , kedua dengan M42 Bayonet(lens body black).

Dengan rana mulai dari 2,8 sampai 22, yang menarik adalah jumlah daun rana yang lebih banyak(12 element) dari lensa macro jaman sekarang serta kontur rana yang bulat!. Ini membuat bokeh yang sangat baik untuk lensa yang relativ sudah lama diproduksi ini.

yang menarik adalah dengan solusi dandelion chipping tube, saya dapat menggunakan lensa ini di nikon DSLR saya (D50) .Lensa : M42 Exa Bellow Tessar 50mm/f2,8 Jena DDR

Lensa: M42 Exa Bellow Tessar 50mm/f2,8 Jena DDR

Assesori: Zörk Mini Macro dengan nikon F bajonet, Dandelion chipping Tube.

Contoh Foto Macro dengan Below Tessar:

Extension tube with dandelion chip

Asal usul ide ini sebenarnya telah lama timbul dibenak saya.

Asal informasi modifikasi lensa Nikkor Manual dengan chips dari internet.

Asal informasi bagaimana memasang chips ini pada lensa Nikon AI-S dari Internet

Asal informasi bagaimana mengatur rana dan F lensa pada chips lewat Nikon Body

Untuk anda yang tertarik untuk membeli chip ini silahkan menghubungi langsung Ebay seller ini 

Seperti anda ketahui saya adalah kolektor beberapa kamera dan lensa analog Nikon. Seiring dengan perubahan waktu , saya mencari solusi untuk menggunakan lensa dan assesori Nikon saya di body Kamera DSLR saya (D50, D850).

Kalau anda menggunakan lensa AI, AIS , Bellow dan Macro Tube maka di display body kamera akan menunjukkan “F – -“ dan kamera tidak dapat mengambil foto, untuk “Profesional Level” model kamera nikon DSLR memiliki setting manual Lens dimana anda bisa memasukkan data focus length & rana terbesar lensa.

Kebanyakan lensa Nikkor AI, AIS tidak dapat berfungsi secara full di Body “Entry level” Model dari Nikon DSLR (contoh D50).

Sebenarnya ini adalah “Marketing Triks” Produser nikon untuk membatasi fungsi kamera terhadap lensa atau assesori tertentu untuk bisa dipakai dibody DSLR.

Solusi saya adalah memasang dandelion chip , sehingga body DSLR dapat di overide seolah olah mengetahui data maximal rana dan Focal length , sehingga bisa dipakai di entry Level DSRL (D50). Seperti jika anda menggunakan lensa Ais-P (45mm f/2.8 P, 500mm f/4 P dan 1200-1700mm f/5.6-8 P) ) atau seperti lensa-lensa dari Voigländer SLII dan Carl Zeiss ZF.2.

Tentu saja Focus lensa harus dilakukan manual.

Fungsi:

Tanpa harus memodifikasi, assesori aslinya sehingga tidak mengurangi nilai koleksi PB4 & Lensa.

Migrating CodedUI Test to Robotframework for Testing Sharepoint 2019 Websolution

just one sample migrating ATDD Test from Coded UI to Robotframework.

Before Test Structure:

CodedUI Unit Test Structure

Comparison Unit Test & ATDD Test Structure:

Structure Comparison C# and Python with Selenium API

Reason for Migration from CodedUI to Robotframework:

  1. CodedUI is now deprecated.
  2. Test Tools and Ways of testing didn’t fullfill the requirement for doing ATDD test (E2E test) scopes.
  3. Long test run .
  4. Needs of proper test logging
  5. Test run should be independance from SW build.
  6. Only IE as browser is supported.

Proposed Robotframework ATDD Structure:

Robotframework ATDD Structure

Project / Test & Development enviroment Limitation:

  1. Test Object: Sharepoint 2019 customisation
  2. OS used for test object and testing: Microsoft Windows 10 OS
  3. Build and test requrement tools: Microsoft TFS
  4. Diffrent targets and build environment for: Development, Integration and Preproduction.

Needed Infrastukture and Software for Testing with Robotframework:

  1. Python 3.x
  2. Robotframework
  3. Robotframework SeleniumLibrary
  4. Robotframework Whitelibrary
  5. Test editor Notepad ++ with Robotframework plugin
  6. Test should be able to run as Selenium Hub trigger from MS TFS which consuming Robotframework xUnit reports as test run results.

Benefit of using Robotframework:

  1. Test run faster than CodedUI
  2. Test cases are written as Keyword Driven test, instead of Unit Test, these speed up the test cases creation and migration also simplify reusable of test cases.
  3. No need using Visual Studio for creating test sases, you can use simple text editor r write tests.
  4. Test results are more understandable for non-technical team members ( Test Manager, Project Manager, Environment Team, Solution Team)
  5. Using RF Tag functionally and RF Report (Rebot) custom report can be created without any additional effort,
  6. Report implementations of build on TFS over Xunit report flag on Robot runner.
  7. Tests can run independently outside build tool.

Starting the MIgration Steps:

  1. Separating & creating all needed sharepoint UI keywords in UI Keyword resources.
  2. Separating & creating all needed sharepoint 2019 application workflow as Keyword resources.
  3. Creating template of sharepoint masterpage sites mapping as keyword resources.
  4. Defining needed static and dynamic variables regarding to TCs and target test enviroment as variable resources
  5. Creating RF runner files as batchfile for each target deployment enviroment (development, integration, or regresion)
  6. Creating test suites regarding requirement (sanity test, fuctional test or regresion test)
  7. Creating folder structure to map sharepoint functional requirement implementation
  8. Creating folder structure for test reports, test suites and test runner.
  9. Tagging related test suites regarding requirement coverage

Reports & Logs:

Upgrade Raspbian Stretch to Buster

Check your current OS version:

uname -a

cat /etc/debian_version

Prepare

Get up to date.

sudo apt-get update
sudo apt-get upgrade
sudo apt-get dist-upgrade

Verify nothing is wrong. Verify no errors are reported after each command. Fix as required (you’re on your own here!).

dpkg -C
apt-mark showhold

Optionally upgrade the firmware.

sudo rpi-update  

Prepare apt-get

Update the sources to apt-get. This replaces “stretch” with “buster” in the repository locations giving apt-get access to the new version’s binaries.

sudo sed -i 's/stretch/buster/g’ /etc/apt/sources.list    
sudo sed -i 's/stretch/buster/g’  /etc/apt/sources.list.d/raspi.list 

Verify this caught them all. Run the following, expecting no output. If the command returns anything having previously run the sed commands above, it means more files may need tweaking. Run the sed command for each.

grep -lnr stretch /etc/apt  

Speed up subsequent steps by removing the list change package.

sudo apt-get remove apt-listchanges

Do the Upgrade

sudo apt-get update && sudo apt-get upgrade -y
sudo apt-get dist-upgrade -y

cleanup old outdate packages.

sudo apt-get autoremove -y && sudo apt-get autoclean

Verify with:

cat /etc/os-release.

Update Firmware

You have come this far, might as well get the latest firmware:

sudo rpi-update    

Have fun with your new updated Pi! 😉

Installing Ride on Pi Zero

Installing Ride v1.7.4 on Raspberry Pi Zero with Raspbian is a Challenge, especially during preperation and installation of wxPython for pi Zero

Base setup from pi Zero:

  • Rasbian buster lite
  • python 3.7x

Do SW update before installing :

sudo apt-get update
sudo apt-get upgrade
sudo apt get dist-upgrade

Do Install pip3 for my pi zero:

sudo apt-get install python3-pip

Prepare installation before installing wxPython on pi Zero:

sudo apt-get install dpkg-dev build-essential swig python-dev libwebkit-dev libjpeg-dev libtiff-dev checkinstall freeglut3 freeglut3-dev libgtk2.0-dev  libsdl1.2-dev libgstreamer-plugins-base0.10-dev libgstreamer0.10-dev libgconf2-dev libglapi-mesa libosmesa6 libglu1-mesa-dev libglu1-mesa mesa-common-dev
sudo apt-get install build-essential tk-dev libncurses5-dev libncursesw5-dev libreadline6-dev libdb5.3-dev libgdbm-dev libsqlite3-dev libssl-dev libbz2-dev libexpat1-dev liblzma-dev zlib1g-dev
sudo apt-get install python3.7-dev
sudo apt-get install python-wxgtk2.8 python-wxtools wx2.8-i18n libwxgtk2.8-dev libgtk2.0-dev

sudo apt-get install gtk+-3.0 gtk+3.0-dev
sudo pip3 install pathlib2

Now install wxPython, it can take long (+/- 24 Hours) by pi Zero!

sudo pip3 install wxPython

If it’t passed you can install Ride !

sudo pip3 install --upgrade robotframework-ride

You can start the Ride now as remote sessions:

Ride.py &

Raspberry Pi & Robotframework

Raspberry Zero W connected directly to Mac with OTG mode

Why using Robotframework on Raspberry pi?

As Raspberry pi user , sometimes I have problems after doing OS update with some application I currently workout on pi, mean do “sudo apt-get update” , “sudo apt-get upgrade” & do “Reboot” everythings goes Wrong 🙁 !.

I have been using Robotframework since 2006, and would like to show you how simple to run a Regresion Test with Robotframework Framework on SBC like Rasberry Pi and Co’s. Robotframe work need only python ecosystem, which are out of the box delivered by Raspbian OS. And also it needs minimal resource of space in SD card.

As a sample I will start with installation of Robotframework , please check before if you have python pip installer installed on your Rasbian before starting with the installation!

Start Installation of Robotframework on Pi

sudo apt-get install python3-pip
sudo pip3 install robotframework
Installation run OK

Check Robotframework runner:

robot --version

Robotframework runner OK

You can used nano or Test IDE Ride for writing Tests .

Installing Robotframework-RIDE test IDE:

sudo pip3 install robotframework-ride

Start RIDE on Mac with ssh conection to pi:

ride.py & 

Running Robotframework-RIDE for testing Temperature Sensore Interface on Pi

now you can start writing your Test, please refer to Robotframework manual for more Information.

Let check the SD card used for Robotframework Installation, just 1% from 16 GB SD card!

Used pi space after Robotframework Installation

Wish you happy Testing and Try Out!

Panorama Kamera

Pada dasarnya panorama kamera terbagi dalam 3 jenis:

  • kamera Kamera konvensional dimana Format lensa yang dipakai lebih besar dari pada besar film format . Contohnya: Fuji 6X17 , Linhof Teknorama , VPan, atau kamera yang terbaru dari Hasselblad VPan dengan format film 24X68 mm 
  • Kamera dengan lensa yang berputar pada sumbu tertentu . contohnya : Horizon 202, Noblex atau Widelux. 
  • Terakhir adalah Slitze Kamera dimana dengan kombinasi perputaran film dan celah cahaya pada proses pemotretan terbentuk panorama foto.Contohnya Roundshot, atau AlfaRotor -kamera

Kamera yang akan saya bahas di sini adalah beberapa kamera yang saya pernah miliki dan juga pergunakan untuk memotret ,tentunya pendapat tentang kelemahan serta kelebihan panorama kamera tersebut merupakan pendapat saya pribadi yang kadang kala mungkin tidak sama dengan rekan penggemar fotografi yang lain.

FT 2

Kelebihan : 

  • Film format : 24 X 120 mm 
  • Jenis kamera : panorama dengan sumbu berputar
  • lensa 50mm 
  • Sudut pemotretan: 130 derajat 
  • Kecepatan rana : 1/100, 1/200, 1/400 sec 
  • Diagfragmm : 5.0 
  • Film format yang lebih panjang dari pada kamera yang lainnya. 
  • Kamera ini dibuat sangat sederhana sehingga mudah di perbaiki sendiri Kamera ini tidak memerlukan batteri alias “kamera manual” 

Kekurangan : 

  • Film yang dipergunakan film 135 biasa tetapi harus di gulung khusus dalam roll yang tersedia pada kamera, tanpa roll ini kamera ini tidak dapat dipakai untuk memotret. 
  • Pembatasan pada kecepatan pencahayaan kadang kala sangat mengganggu dalam pangambilan gambar, pada umumnya saya memakai film asa 100-200 Karena format film yang tidak lazim.
  • Film yang di hasilkan hanya dapat di cetak sendiri atau di labor foto tertentu saja. 

Kamera ini meskipun lebih murah dari kamera yang lainnya ,tetapi sangat jarang di temui di pasaran karena sudah tidak di produksi lagi.

Pan2493


  • Film format : 24 X 93 mm
  • Jenis kamera : panorama 
  • lensa : Schneider Augolon 47mm/8 mm 
  • Sudut pemotretan: 94 derajat
  • Kecepatan rana : 1s – 1/500 sec Diagfragmm : 8 – 32 

Kelebihan : 

  • Dapat menggunakan Flash, Flashsyncron sampai 1s – 1/500 s
  • Menggunakan film biasa 
  • Tidak membutuhkan Battery
  • Kekurangan : 
  • Harga yang mahal . (pesanan Khusus yang dibuat spesial hanya di produksi 10 Kamera, kamera saya adalah kamera ke 8 yang dibuat.)
  • Waterpas yang relatif kecil sehingga sangat sulit untuk mengatur horison kamera.


Noblex 135s

  • Film format : 24 X 66 mm
  • Jenis kamera : panorama dengan sumbu berputar
  • lensa 29 mm 
  • Sudut pemotretan: 136 derajat
  • Kecepatan rana : 1/30,1/60,1/125, 1/250, 1/500 sec Diagfragmm : 4,5-16 

Kelebihan : 

  • Satu-satunya kamera yang mempunyai kecepatan rana 1/500 sec sehingga dapat dipakai untuk memotret benda atau moment yang cepat bergerak. 
  • Mempunyai kemampuan multi exposing ,sehingga anda dapat mencahayai negatif yang sama berkali-kali.Kemampuan ini sangat berguna bila anda perlu memotret dengan pencahayaan yang lebih lama dari 1/30sec 
  • Sangat mudah untuk memasukkan film Lensa Tessar dari kamera ini sangat tajam sekali ,sehingga anda dapat memakai diagfragma 4,5 tanpa khawatir akan kwalitas gambar anda. 
  • Kemampuan pada model S dan U untuk menkoreksi perspektif. sejauh 4mm Sangat mudah untuk dipakai 

Kekurangan : 

  • Harga yang mahal .
  • Membutuhkan batteri sebagai sumber tenaga. 
  • Waterpas yang relatif kecil sehingga sangat sulit untuk mengatur horison kamera. 
  • Tombol pengaturan rana yang sangat kecil sehingga ,kadang kala menyakitkan pemakai, tidak bisa terhitung berapa kali saya harus memutuskan kuku jari tangan saya dalam menggunakan kamera ini.

Nikon System

Hampir sebagian besar dari foto yang selama ini saya hasilkan, merupakan hasil dengan nikon system . Kalau anda bertanya mengapa saya memakai system ini tidak system yang lain, alasan saya adalah karena saya terlanjur memilih system ini seperti yang anda ketahui, semangkin lama seseorang menggunakan sebuah system semangkin sulit untuk merubah system yang anda pakai.

Sejalan dengan waktu (hampir kira-kira 20 tahun mengenal hobby fotografi), sekarang saya menggunakan system nikon dengan lensa mulai dari 15mm-500mm, dengan berapa body Analog

Secara keseluruhan gambaran system yang saya pergunakan:

Body Analog:

  • nikon F4
  • nikon F3 Pinslide
  • nikon F801
  • nikon FM2n
  • nikon FG20

Body Digital:

  • nikon D50
  • nikon D850

Lensa:

  • Zeiss Distagon 15mm/2.8 ZF2
  • nikkor AF 20mm/2.8
  • Samyang TS 24mm f3.5 ED AS
  • Mamiya-Sekor 35mm/3.5 N , Zorkendorf PC
  • nikkor AF 35mm/2.0D
  • Voigländer Ultron 40mm/2.0 SL
  • nikkor 50mm /1.8 AiS
  • Olympus Zuiko Macro Auto 50mm f3.5 dengan olympus OM – Nikon F adapter
  • Olympus Zuiko Macro Auto1:1 85mm f4 dengan olympus OM – Nikon F adapter
  • nikkor AF 85mm/1.8
  • nikkor 85mm/2.0 AiS
  • nikkor AF macro 105mm/2.8
  • EL APO Nikkor 135mm/5.6
  • nikkor AF 500mm/4.0 P
  • nikkor AFD 80-200mm/2.8
  • zoom nikkor 35-105mm/3.5-4.5 AI-S
  • nikkor AFS 17-55mm/2.8

Telekonverter:

  • TC 14B
  • TC 301

Assesorie:

  • Blitz SB 24, SB15, SB700
  • SD 7 Blitz powerpack
  • SU 4 Blitzsensor
  • SK17 TTL blitzkabel
  • Kenko makro tube (modifikasi)
  • PB4 (modifikasi) dengan lensa EL APO Nikkor 135mm/5,6 & PS4
  • Zorkendorf PC adapter dengan lensa Mamiya 35mm/3,5 sebagai PC lensa
  • Berbagai Adapter dan Filter

Bersamaan dengan waktu berjalan, cuma lensa nikkor AFD 80-200mm/2,8 sebagai lensa zoom yang masih saya pakai, selebihnya saya lebih suka untuk memakai lensa fix lens ( terutama 35mm, 85mm & 20mm), kalau saya hanya bisa membawa 1 lensa maka saya memilih untuk keluar dengan lensa 40mm.

Allow user agent on local/client host to ssh remote server without a password.

  1. Create Authentication SSH-Keygen Keys on client: ssh-keygen -t rsa
  2. Create .ssh Directory on the remote server: ssh user@192.168.XXX.XXX mkdir -p .ssh
  3. Upload Generated Public Keys to remote server: cat ~/user/.ssh/id_rsa.pub | ssh user@192.168.XXX.XXX ‘cat >> .ssh/authorized_keys’
  4. Set Permissions on remote server: ssh user@192.168.XXX.XXX “chmod 700 .ssh; chmod 640 .ssh/authorized_keys”
  5. Test passwordless ssh connection: ssh user@192.168.XXX.XXX