Custom PB4 (shorted)

Below PB4 adalah assesori nikon yang saya gunakan untuk pemotretan macro atau pemandangan.
Kelebihan dari below ini dibandingkan dengan below nikon yang lain adalah kemampuan untuk shift serta Tilt, sehingga ada dapat mengatur DOF sesuai yang anda inginkan dalam komposisi gambar anda. Ini adalah solusi saya sebelum ada lensa Tilt & Shift dari Nikon.

Below ini di perpendek sampai scala 10 cm dari ukuran asalnya untuk mempermudah handling pemotretan.

lensa ini biasanya saya pakai dengan lensa:

  • Below Tessar 50mm/2,8
  • Enlager Lens EL Nikkor APO 135mm/5,6

Dengan PS4 sebagai Slide Copy

Custom Tripod Mount for Nikon 80-200mm f/2.8 AF-D ED

Lensa Zoom Nikkor ini adalah lensa AFD Zoom Nikon satu satunya yang saya sering gunakan untuk pengambilan gambar dengan kamera Nikon Analog saya, lensa ini mempunyai ring Fokus yang menyatu dengan Ring Zoom, sehingga memudahkan , mengatur posisi fokus secara manual pada kamera anda.

Sayangnya lensa ini tidak mempunyai Tripod mount, untuk pengambilan foto tertentu, sekiranya anda harus menggunakan Tripod, tidak mungkin anda menggunakan mounting yang ada di Body kamera anda untuk menyangga kamera dengan lensa ini di Tripod.

Untuk itu saya menggunakan Adapter untuk Tripod mount dari Firma Burzynski, dengan custom adapter ini anda dapat menggunakan kamera ini dengan format Vertikal dan horisontal pada Tripod Tanpa kesulitan, Lens Hood juga dapat anda gunakan seperti biasa, Fungsi kamera juga tidak terganggu untuk manual Focus tanpa tripod.

Juga anda dapat menggunakan Case Original Nikon untuk menyimpan lensa ini !

Mounting Part juga sudah menggunakan standart quick release dari Arca Swiss.

Nikon FG20

Akhir Tahun 2018 saya menerima pemberian Nikon body FG20 dan lensa Zoom- 35-105mm Nikkor /3,5-4.5 dari mertua saya.
alasan dia adalah karena dia sudah tidak lagi menggunakan kamera analog ini.

Sekilas saya melihat langsung & tertarik sekali dengan prinsip dasar yang dibuat untuk kamera ini, sangat sederhana, dalam fungsi dan penggunaan, terlebih lebih setelah lensa saya ganti dengan lensa Tokina 20-35mm dengan rana 2,8 , Tiba tiba finder nya menjadi terang sekali lebih nyaman dipakai dibandingkan dengan finder finder yang anda bisa temukan di kamera digital jaman kini.

Lensa Zoom- 35-105mm Nikkor /3,5-4.5 , juga saya pasangkan ke nikon F4 E saya, dengan body F4 , anda dapat memakai Spot dan matrix mettering dengan lensa ini!

Dengan lensa Voigländer Ultron 40mm/2.0 , kamera ini menjadi sangat kompak,

Revue Auto-Reflex (Half Frame)

Kamera ini sebenarnya diproduksi oleh konica, Revue Auto-Reflex adalah kamera Konica untuk pasaran Eropa(jerman). karena itu semua Informasi atau tulisan di body kamera ini adalah dalam bahasa Jerman.

Salah satu kelebihan dari kamera ini dibandingkan dengan kamera lainya adalah bahwa dengan kamera ini anda dapat membuat foto dari film KB(135). dengan format 24mm X 36mm atau 12mm X 18 mm (lebih dikenal dengan sebutan Halfframe).

Selain membuat kamera dengan keistimewaan diatas Konica juga mengeluarkan adapter bajonet untuk lensa Nikon, Pentax dan Minolta sehingga kamera ini dapat berfungsi dengan lensa-lensa Nikon, Pentax dan Minolta. Kamera ini menarik untuk saya karena denga kamera ini saya dapat membuat copy dari slide dengan format 36mm X 24mm dari hasil pemotretan dengan kamera biasa untuk dicopy sebagai dua foto dalam format 24mm X 36 mm . Hal lain yang menarik adalah bahwa hampir semus lensa -saya yang saya sebut diatas kecuali lensa Nikkor 85mm:1,8 Af dapat saya pakai dalam manual modus dengan kamera ini dengan Bayonet adapter.

Data-data dari kamera Konika Auto-Reflex:

  • Film format : 24 X 36mm & 24 X18 mm
  • lensa : Nikon dengan adapter untuk lensa yang saya sebut diatas kecuali Nikkor 85mm:1,8 Af .
  • Bayonet : Konica AR
  • Kecepatan rana : B,1s – 1/1000 sec , Vertikalshutter(sesuatu yang baru untuk tahun 1965)
  • Blitzsyncron : 1/125 sec , X dan M kontakt
  • Lightmeter: Centerweightmeter
  • Program : Rana automatik (Aperatur Automatik,sesuatu yang baru untuk tahun 1965), manual
  • Lensa Standart : Hexanon 52mm/1,8 manual
  • Dalam modus manual kamera berfungsi tanpa batterie.
  • Diproduksi sekitar Tahun 1965.

Exa

Seperti pada umumnya mereka yang mempunyai hobi fotografi, pertama hanya fotografi sebagai bagian utama dari hobi ini, setelah lama menjalankan hobi ini keinginan untuk mengkoleksi beberapa kamera, lensa, atau aksesori tertentu mulai timbul.

Exa menjadi pilihan saya karena jenis kamera ini tergolong, rendah harganya dan merupakan kamera, yang banyak ditemui hampir di setiap pasar loak yang ada di jerman(tempat tinggal saya sekarang). 

Bentuk serta kostruksi kamera ini, sangat sederhana. dan alasan lain yang lebih menarik adalah reperasi manual untuk kamera ini mudah di dapat di jerman. Tentunya sebagai kolektor anda selalau dihadapkan pada masalah bahwa anda harus selalu siap untuk mereparasi sendiri kamera anda karena biasanya restaurasi untuk sebuah kamera sangat penting. Sebagai kolektor sebuah kamera anda tentu ingin koleksi kamera anda dalam keadaan yang baik. Tentunya anda bisa saja membeli kamera yang anda inginkan pada toko foto tertentu yang telah merestaurasi kamera tersebut (tentunya dengan harga yang tidak murah) atau anda mencoba seperti saya, membeli kamera tersebut dalam kondisi yang tidak selalu optimal dan meluangkan waktu untuk merestorasi kamera tersebut.

Koleksi saya mulai dengan mendapatkan EXA seri o, dibuat kurang lebih sekitar tahung 1950, dari exa seri ini terdapat beberapa ragam variasi model, model yang saya dapatkan termasuk salah satu model yang jarang atau sedikit sekali di produksi di Jerman Timur waktu itu. Yaitu : Exa Rheinmetal. 

kamera ini mempunyai data tehnik sebagai berikut:

  • film: 24X35mm
  • jenis:SRT
  • Speed: 1/25sec,1/50sec,1/100sec,1/200sec
  • Blitzkontakt untuk X atau M sysncronkabel
  • Berfungsi manuel tanpa Battery
  • mempunyai finder yang dapat anda tukar
  • juga mempunyai focus screen yang dapat anda tukar

Selain itu saya juga memiliki versi terakhir dari kamera ini. Lensa yang saya miliki adalah normal lens 50mm/2,8 dari Tessar. selain itu juga Macro below serta macro lens 50mm/2,8 below untuk below. Dengan lensa ini anda dapat memfokus sampai infinity dengan below . Karena lensa below ini dibuat untuk dipakai bersama-sama below maka lensa ini tidak memiliki focus ring yang biasanya terdapat pada lensa normal.

Tentang hasil serta warna gambar yang di hasilkan dengan kamera ini saya pribadi benar-enar terkejut saat saya mendapat kan kembali slide yang saya hasilkan dari kamera dengan lensa tessar ini, foto ini saya buat dengan lensa tessar 50mm/2,8 dengan kamera Nikon F4, tentunya dengan Adapter.

Nikon System

Hampir sebagian besar dari foto yang selama ini saya hasilkan, merupakan hasil dengan nikon sistem. Kalau anda bertanya mengapa saya memakai system ini tidak system yang lain, alasan saya adalah karena saya terlanjur memilih sistem ini seperti yang anda ketahui, semangkin lama seseorang menggunakan sebuah system semangkin sulit untuk merubah system yang anda pakai.

Sejalan dengan waktu (hampir kira-kira 10tahun berfotografi), sekarang saya menggunakan system nikon dengan lensa mulai dari 20mm-500mm, dengan 3body

Secara keseluruhan gambaran system yang saya pergunakan:

Body:

  • nikon F4
  • nikon F3 Pinslide
  • nikon F801
  • nikon FM2n
  • nikon FG20

Lensa:

  • nikkor AF 20mm/2,8
  • nikkor AF 35mm/2,0D
  • nikkor 50mm /1,8 Ais
  • nikkor AF 85mm/1,8
  • nikkor AF macro 105mm/2,8
  • nikkor AF 500mm/4,0
  • nikkor AFD 80-200mm/2,8
  • zoom nikkor 35-105mm/3,5-4,5 AI-S
  • Mamiya-Sekor 35mm :3,5 N Zorkendorf PC
  • EL APO Nikkor 135mm/5,6

Telekonverter:

  • TC 14B
  • TC 301

Assesorie:

  • Blitz SB 24, SB15
  • SD 7 Blitz powerpack
  • SU 4 Blitzsensor
  • SK17 TTL blitzkabel
  • Kenko makro tube (modifikasi)
  • PB4 (modifikasi) dengan lensa EL APO Nikkor 135mm/5,6 & PS4
  • Zorkendorf PC adapter dengan lensa Mamiya 35mm/3,5 sebagai PC lensa
  • Berbagai Adapter dan Filter

Tentunya saya tidak membawa semua komponen itu setiap kali saya pergi untuk membuat foto. Susunan serta variasi komponen yang saya gunakan tergantung dari motif atau thema foto yang akan saya ambil.

Dibawah ini saya berikan gambaran sekilas tentang susunan komponen yang saya pergunakan untuk tujuan tertentu:
Sportfoto: 3body, 2blitz, 500mm,80-200mm,35mm,20mm
Reportage: 2body, 2blitz,80-200mm,85mm,35mm,20mm
Pemandangan dan Alam: 2body, 2blitz, 80-200mm,105macro, 35mmPC, 20mm
Binatang : 3body ,2blitz, 500mm, 80-200mm, 20mm
Macro : 2body, 2blitz, 80-200mm, 105macro, PB4+lensa, kenko macro tube, 20mm 

Kamera System

Kamera adalah salah satu alat yang kita pergunakan untuk menjalankan hobi kita.Hanya saja banyak diantara kita menilai kamera terlalu berlebih lebihan, maksud saya tidak jarang diantara rekan-rekan penggemar fotografi mengeluarkan komentar seperti ini ” wah untung sekali saya mengambil gambar ini dengan kamera X, kalau tidak dengan kamera X, yang mempunyai pengukuran cahaya dengan sistim Z yang selalu akurat dengan lensa Auto-fokus dll.”Apakah komentar itu selalu berlaku untuk penggemar fotografi yang lainnya, menurut pendapat saya tentu saja tidak. Tidak ada kamera merek tertentu yang bisa menjamin anda untuk mendapat hasil pemotretan yang baik dan bermutu. 

Bahasa kerennya ” The man behind the Camera make the Picture, not the Camera “, kalimat itu bukan datang dari saya tetapi datang dari beberapa fotografer terkenal. 

Beberapa waktu terakhir ini saya menyadari arti dari kalimat itu terutama setelah saya mengenal StereoFotografi. sebenarnya tidak ada alat pengukuran cahaya yang tidak mempunyai kelemahan . Sebagai penggemar fotografi kita harus belajar mengetahui dimana kelemahan alat atau Kamera kita, dan berusaha untuk kemudian mengetahui kapan kita harus menggunakan rana atau pencahayaan seperti yang di tunjukkan oleh “Automatik ” dalam kamera kita kapan kita harus mengkoreksi atau menentukan sendiri Variabel Itu .

Sebenarnya tidak sulit untuk mencek, apakah kamera kita memberikan pengukuran yang baik atau tidak.

Beberapa penggemar fotografi angkatan tahun 1945 tentu mengetahui atau pernah mendengar tentang “Sunny law” pengertian dari argumen ini (kita sebut saja dalam bahasa Indonesia sebagai “Aturan matahari” ) kalu kita memakai Film Asa 100 dan matahari bersinar cerah maka speed yang harus kita pakai adalah 1/100 detik dengan rana 16.(tentunya anda harus menyesuaikan speed seandainya anda memakai rana yang lain).

Biasanya ukuran “Aturan matahari” ini bisa anda dapat lihat pada bungkusan Film kalau anda membeli film Baru, dikotak pembungkus itu juga dituliskan dengan speed dan rana berapa anda harus memotret bila cuaca agak mendung, mendung , atau di dalam ruangan. Seandainya dalam saat anda ingin memotret kemudian kamera anda menunjukkan nilai yang lain dalam cuaca yang baik selain (f16, 1/100 detik dengan Asa 100) anda harus bertanya pada diri anda sendiri hal apa yang sebenarnya telah menyebabkan, kekeliruan dalam pengukuran cahaya pada Kamera anda.

Perlu anda ketahui bahwa kamera hanya dapat mengukur cahaya berdasarkan warna abu- abu , jadi seandainya anda mengukur cahaya pada permukaan atau areal yang sebagian besar berwarna putih maka alat penunjuk cahaya anda akan bereaksi seolah olah terlalu banyak cahaya, atau kalau anda mengukur bagian yang berwarna hitam maka automatis kamera anda akan bereaksi seolah olah anda perlu lebih lama membuka shuter kamera anda.

Disaat seperti itulah anda perlu mengetahui bahwa anda harus mengadakan koreksi pada nilai pencahayaan atau rana pada kamera Anda.

Sekali lagi saya tekankan kamera pada dasarnya adalah kotak berisi Film dengan lensa, pendapat yang lebih dari itu adalah berlebih lebihan.

Mudah mudahan komentar ini bisa menjawab beberapa mail yang menanyakan kepada saya apakah saya dapat menyarankan rekan-rekan tertentu tentang alat atau tertentu yang harus mereka pergunakan, untuk mendapat hasi pemotretan yang baik.

Hanya ada tiga resep agar anda dapat mendapat kan hasil pemotretan yang baik:

  1. Berlatih memotret
  2. lalu berlatih memotret
  3. dan memotret dimana saja dan kapan saja

Adapter

Problem:

Saya punya lensa tertentu di lemari saya, tetapi kamera sistem saya tidak sama dengan lensa system saya. Apa yang harus saya lakukan?

Jawaban:

Beli lensa baru yang saya perlukan ?, atau beli kamera yang cocok dengan lensa Saya? , Jual semua lensa dan kamera saya, lalu beli kamera System yang cocok buat saya?

Tentunya jawaban saya di Atas terlalu extrim, dengan kalimat di Atas saya berusaha untuk menggambarkan Problem yang selalu kita hadapi sebagai penggemar Fotografi.

Setiap produsen kamera Sistim berusaha untuk membuat standar sendiri sehingga semua sistim yang ada pada produksi mereka, hanya bisa dipergunakan dengan sistem mereka saja. Sayangnya seperti kata pepatah “nobody ist perfekt”, semua produsen tidak hanya mempunyai kelebihan tetapi juga kekurangan dalam sistem yang mereka produksi, atau alat atau assesori yang kita perlukan tidak ada pada Sistem “A” tetapi hanya ada pada sistem “B”, 

Contoh yang paling gamblang adalah sebagai berikut, anda pernah mendengar kalau leica mempunyai macro Lens yang baik kwalitas gambar dan kwalitas warnanya, kebetulan anda mendapat hadiah ulang tahun dari keluarga anda lensa idaman anda tersebut, problem pertama tapi anda selama ini memotret dengan Kamera Canon A1, tentunya anda pusing memikirkan bagaimana anda harus menggunakan kamera anda, dengan lensa idaman anda.

Kalau anda beruntung kenal dengan beberapa orang yang tinggal di jerman maka anda dapat memesan ke kenalan anda tersebut adapter untuk memakai leica lensa ke body canon kamera, biaya yang anda harus keluarkan adalah kurang lebih DM 200 , kira kira dengan kurs Jerman sekarang 600.000 rupiah(wah bisa bangkrut nich awak!!!)

Untuk anda yang hanya mempunyai buget terbatas, saya mempunyai jalan keluar yang selama ini selalu saya pakai, kalau saya memiliki problem yang hampir sama. Anda tentu mengenal kalau lensa mempunyai penutup bayonet, serta kamera mempunyai penutup body. Dengan menggabungkan dua komponen ini dengan lem epoxy anda mempunyai adapter untuk lensa anda yang cocok dengan kamera anda, cara lain yang lebih baik adalah kalau anda dapat mencari bayonet dari kamera, atau lensa sesuai dengan adapter yang anda perlukan. Keterbatasan metode ini adalah anda hanya dapat membuat adapter untuk pemotretan macro, karena jarak lensa ke bidang film lebih besar dari jarak kalau anda memakai lensa tanpa adapter, sehingga lensa yang anda pakai tidak dapat difocus untuk jarak tak terhingga(infinity).

Seandainya anda mempunyai pertanyaan lebih lanjut tentang masalah ini silahkan menghubungi saya.

Beberapa Adapter dibawah ini dapat anda pergunakan untuk memotret dengan Focus untuk jarak tak terhingga(infinity). Dengan adapter ini anda dapat memotret hampir seperti biasa tanpa Autofocus(untuk lensa Autofocus) , serta diagfragma automatik untuk kamera anda (Pencahayaan harus diatur secara manual), karena tidak ada hubungan antara Lensa dan kamera tentang diagfragma data.

Nikon Lens to C Mount

Adapter ini memungkinkan anda untuk menggunakan nikon lens ke kamera film super8

Mamiya Lens to Nikon Mount (PC shift adapter +/-15mm

Adalah adapter Lensa Mamiya 645 untuk dipakai di body Nikon SRT .

Nikon lens to Olympus Pen Mount

Adalah adapter Lensa Nikon (Manual) atau berapa AF/AFD untuk dipakai di body Olympus Pen F / FT

Nikon Lens to Konica Mount

Adalah adapter Lensa Nikon (Manual) atau berapa AF/AFD untuk dipakai di body Konica

Leica M39 Lens to Nikon Mount

Adalah adapter Lensa dengan Bayonet M39 mm untuk dipakai di body Nikon SRT .

Zorkendorf Multifocus

Alat ini adalah produk dari firma Zorkendorf di Jerman , firma ini ahli sekali untuk membuat asesori untuk macro, dan PC adapter baik untuk kamera film atau kamera movie, alat ini memungkinkan anda untuk memperluas deep of field tanpa merubah rana, dengan cara menggeser daerah focus , dan bedanya dibandingkan dengan Below PB4 adalah bentuk dan ukurannya yang lebih kompak dan dapat diadaptasi untuk semua merek kamera, untuk informasi lebih lanjut anda bisa melihat di links ini : Zorkendorf.

Zörkendorf PC adapter

Sebagian dari rekan-rekan penggemar fotografi ,terutama mereka yang senang mengambil motif arsitektur atau bangunan, mengetahui bahwa sering sekali timbul masalah dalam komposisi gambar, karena ternyata bangunan atau motif yang akan anda fotografi ternyata lebih tinggi atau anda tidak mempunyai peluang untuk menjauh dari motif anda karena ruangan yang terbatas.

Untuk problem ini biasanya rekan fotografer ,menggunakan lensa khusus yang biasanya disebut lensa PC (perspektiv corektur) atau secara bebas dalam bahasa indonesia disebut lensa dengan kemampuan pengubahan perpektive (garis atau batas horison), 

Lensa seperti ini biasanya mempunyai fokus 28mm atau 35mm, atau lebih dikenal sebagai lensa bersudut lebar, mengapa kita tidak menggunakan lensa bersudut lebar biasa untuk pengambilan gambar arsitektur atau bangunan adalah karena ciri khusus lensa bersudut lebar pada umumnya, yang tidak memungkinkan pengambilan gambar dengan cara mendongakkan lensa karena cara ini akan menyebabkan distorsi gambar atau foto yang akan di ambil Salah satu problem pada lensa ini adalah harganya yang relatif mahal dan keterbatasanya hanya untuk fokus tertentu saja. Jadi misalnya anda memilih untuk bekerja dengan fokus 28mm maka anda akan terbatas untuk bekerja dengan lensa ini saja. 

Salah satu problem pada lensa ini adalah harganya yang relatif mahal dan keterbatasanya hanya untuk fokus tertentu saja. Jadi misalnya anda memilih untuk bekerja dengan fokus 28mm maka anda akan terbatas untuk bekerja dengan lensa ini saja. 

Untuk anda yang kebetulan mempunyai lensa kamera medium format atau kamera 6*6 maka anda dapat memakai Zorkendor adapter, dengan alat ini anda dapat memakai lensa medium format pada kamera SRT anda dan anda juga dapat melakukan perspektif-korektur sebesar 20mm dengan lensa Mamiya 645 sebagai contoh ,sebagai perbandingan biasanya dengan lensa PC anda hanya dapat melakukan perspektif korektur sebesar 16mm kelebihan lainnya yaitu anda dapat merubah fokus lensa yang anda perlukan sesuai kebutuhan anda, sayangnya alat ini hanya di jual di Jerman.

Saya pribadi telah menggunakan alat ini selama kurang lebih 6 tahun untuk pemotrettan arsitektur atau bangunan dan juga pemandangan .Dibawah ini saya sertakan beberapa gambar tentang alat ini juga foto yang diambil dengan alat ini.  

Rangfinder

Kamera Rangfinder atau sucherkamera adalah kamera yang agak berbeda dengan SRT kamera. Perbedaan yang utama adalah bahwa kamera dengan sebutan rangfinder mempunyai 2 optik system yang terpisah untuk pengaturan fokus dan Pengambilan gambar, dengan kata lain Optik system untuk mengatur fokus atau jarak ke motif terpisah dengan Optik system dimana Foto diambil, pengaturan Fokus biasanya dilakukan dengan system perbedaan paralax.

Keuntungan kamera dengan system ini adalah , biasanya Body kamera lebih kompak dibandingkan dengan kamera SRT, karena kamera ini tidak mempunyai reflex mirrow. Hampir semua Pocket kamera adalah Rangfinder kamera.

Salah satu perbedaan yang menyolok dibandingkan dengan SRT, adalah dengan kamera jenis ini anda tidak akan mengalami saat gelap seperti pada Kamera SRT, yang saya maksud dengan “saat gelap” pada kamera SRT adalah moment dimana reflex mirrow bergerak ke atas untuk melewatkan sinar dari lensa ke permukaan film.

Kelebihan kamera ini dibandingkan dengan SRT:
Anda dapat terus mengikuti momentum Pemotretan karena finder system terpisah dengan film optik system
Kamera ini lebih kompak dibandingkan dengan SRT.

Kelemahan dari kamera ini dibandingkan dengan SRT:
Tidak begitu cocok untuk memotret macro, karena perbedaan paralax Finder Optik dengan film optik.
Keterbatasan penggunaan lensa , karena biasanya sudut pengambilan foto pada Rangfinder kamera hanya terbatas dengan Marker dengan sudut tertentu saja yang terdapat pada Finder kamera.

Taxona
Film format : 24 X 24mm
Finder : 37mm, 35mm
lensa : Fixlens 37,5mm/3,5 ,35mm/3,5
Kecepatan rana : B,1s – 1/100 sec 
Blitzsyncron : pada semua Speed 1s – 1/100 sec

Olympus XA 4
Film format : 24 X 36mm
Finder : 28mm
lensa : Fixlens 28mm/ f2,8
Kecepatan rana : B,1s – 1/500 sec 
Blitzsyncron : pada semua Speed 1s – 1/60 sec
Lightmeter: Centerweightmeter

Rollei LED
Film format : 24 X 36mm
Finder : 40mm
lensa : Fixlens 40mm/ f3,5
Kecepatan rana : B,1/30s – 1/500 sec 
Blitzsyncron : pada semua Speed 1/30s – 1/500 sec
Lightmeter: Centerweightmeter(LED)

Rollei 35
Film format : 24 X 36mm
Finder : 40mm
lensa : Fixlens 40mm/ f3,5
Kecepatan rana : B,1s – 1/500 sec 
Blitzsyncron : pada semua Speed 1s – 1/500 sec
Lightmeter: Centerweightmeter(LED)

Robot Star 50
Film format : 24 X 24mm
Finder : 40mm, 75 mm
lensa : 40mm/ f1,9
Kecepatan rana : B,4s – 1/500 sec
Blitzsyncron : pada semua Speed 1s – 1/500 sec
Keistimewaan : film transport automatik untuk 50 Frame
Jumlah gambar untuk film 136(55 Frame)

Olympus SP
Film format : 24 X 36mm
Finder : 42mm/ f1,7
lensa : Fixlens 42mm
Kecepatan rana : B,1s – 1/500 sec 
Blitzsyncron : pada semua Speed 1s – 1/500 sec
Lightmeter: Spotmeter ,Centerweightmeter

Canon P
Film format : 24 X 36mm
Finder : 35mm, 50mm , FineFokus 
lensa : dari 12mm -135 mm
Bayonet : Leica screw 39mm
Kecepatan rana : X,B,T,1s – 1/1000 sec 
Blitzsyncron : 1/50 sec

Bessa R
Film format : 24 X 36mm
Finder : 35mm, 50mm , 75mm, 90mm 
lensa : dari 12mm -135 mm
Bayonet : Leica screw 39mm
Kecepatan rana : B,1s – 1/2000 sec 
Blitzsyncron : 1/125 sec
Lightmeter: Centerweightmeter