Adapter

Problem:

Saya punya lensa tertentu di lemari saya, tetapi kamera sistem saya tidak sama dengan lensa system saya. Apa yang harus saya lakukan?

Jawaban:

Beli lensa baru yang saya perlukan ?, atau beli kamera yang cocok dengan lensa Saya? , Jual semua lensa dan kamera saya, lalu beli kamera System yang cocok buat saya?

Tentunya jawaban saya di Atas terlalu extrim, dengan kalimat di Atas saya berusaha untuk menggambarkan Problem yang selalu kita hadapi sebagai penggemar Fotografi.

Setiap produsen kamera Sistim berusaha untuk membuat standar sendiri sehingga semua sistim yang ada pada produksi mereka, hanya bisa dipergunakan dengan sistem mereka saja. Sayangnya seperti kata pepatah “nobody ist perfekt”, semua produsen tidak hanya mempunyai kelebihan tetapi juga kekurangan dalam sistem yang mereka produksi, atau alat atau assesori yang kita perlukan tidak ada pada Sistem “A” tetapi hanya ada pada sistem “B”, 

Contoh yang paling gamblang adalah sebagai berikut, anda pernah mendengar kalau leica mempunyai macro Lens yang baik kwalitas gambar dan kwalitas warnanya, kebetulan anda mendapat hadiah ulang tahun dari keluarga anda lensa idaman anda tersebut, problem pertama tapi anda selama ini memotret dengan Kamera Canon A1, tentunya anda pusing memikirkan bagaimana anda harus menggunakan kamera anda, dengan lensa idaman anda.

Kalau anda beruntung kenal dengan beberapa orang yang tinggal di jerman maka anda dapat memesan ke kenalan anda tersebut adapter untuk memakai leica lensa ke body canon kamera, biaya yang anda harus keluarkan adalah kurang lebih DM 200 , kira kira dengan kurs Jerman sekarang 600.000 rupiah(wah bisa bangkrut nich awak!!!)

Untuk anda yang hanya mempunyai buget terbatas, saya mempunyai jalan keluar yang selama ini selalu saya pakai, kalau saya memiliki problem yang hampir sama. Anda tentu mengenal kalau lensa mempunyai penutup bayonet, serta kamera mempunyai penutup body. Dengan menggabungkan dua komponen ini dengan lem epoxy anda mempunyai adapter untuk lensa anda yang cocok dengan kamera anda, cara lain yang lebih baik adalah kalau anda dapat mencari bayonet dari kamera, atau lensa sesuai dengan adapter yang anda perlukan. Keterbatasan metode ini adalah anda hanya dapat membuat adapter untuk pemotretan macro, karena jarak lensa ke bidang film lebih besar dari jarak kalau anda memakai lensa tanpa adapter, sehingga lensa yang anda pakai tidak dapat difocus untuk jarak tak terhingga(infinity).

Seandainya anda mempunyai pertanyaan lebih lanjut tentang masalah ini silahkan menghubungi saya.

Beberapa Adapter dibawah ini dapat anda pergunakan untuk memotret dengan Focus untuk jarak tak terhingga(infinity). Dengan adapter ini anda dapat memotret hampir seperti biasa tanpa Autofocus(untuk lensa Autofocus) , serta diagfragma automatik untuk kamera anda (Pencahayaan harus diatur secara manual), karena tidak ada hubungan antara Lensa dan kamera tentang diagfragma data.

Nikon Lens to C Mount

Adapter ini memungkinkan anda untuk menggunakan nikon lens ke kamera film super8

Mamiya Lens to Nikon Mount (PC shift adapter +/-15mm

Adalah adapter Lensa Mamiya 645 untuk dipakai di body Nikon SRT .

Nikon lens to Olympus Pen Mount

Adalah adapter Lensa Nikon (Manual) atau berapa AF/AFD untuk dipakai di body Olympus Pen F / FT

Nikon Lens to Konica Mount

Adalah adapter Lensa Nikon (Manual) atau berapa AF/AFD untuk dipakai di body Konica

Leica M39 Lens to Nikon Mount

Adalah adapter Lensa dengan Bayonet M39 mm untuk dipakai di body Nikon SRT .

Zorkendorf Multifocus

Alat ini adalah produk dari firma Zorkendorf di Jerman , firma ini ahli sekali untuk membuat asesori untuk macro, dan PC adapter baik untuk kamera film atau kamera movie, alat ini memungkinkan anda untuk memperluas deep of field tanpa merubah rana, dengan cara menggeser daerah focus , dan bedanya dibandingkan dengan Below PB4 adalah bentuk dan ukurannya yang lebih kompak dan dapat diadaptasi untuk semua merek kamera, untuk informasi lebih lanjut anda bisa melihat di links ini : Zorkendorf.

Zörkendorf PC adapter

Sebagian dari rekan-rekan penggemar fotografi ,terutama mereka yang senang mengambil motif arsitektur atau bangunan, mengetahui bahwa sering sekali timbul masalah dalam komposisi gambar, karena ternyata bangunan atau motif yang akan anda fotografi ternyata lebih tinggi atau anda tidak mempunyai peluang untuk menjauh dari motif anda karena ruangan yang terbatas.

Untuk problem ini biasanya rekan fotografer ,menggunakan lensa khusus yang biasanya disebut lensa PC (perspektiv corektur) atau secara bebas dalam bahasa indonesia disebut lensa dengan kemampuan pengubahan perpektive (garis atau batas horison), 

Lensa seperti ini biasanya mempunyai fokus 28mm atau 35mm, atau lebih dikenal sebagai lensa bersudut lebar, mengapa kita tidak menggunakan lensa bersudut lebar biasa untuk pengambilan gambar arsitektur atau bangunan adalah karena ciri khusus lensa bersudut lebar pada umumnya, yang tidak memungkinkan pengambilan gambar dengan cara mendongakkan lensa karena cara ini akan menyebabkan distorsi gambar atau foto yang akan di ambil Salah satu problem pada lensa ini adalah harganya yang relatif mahal dan keterbatasanya hanya untuk fokus tertentu saja. Jadi misalnya anda memilih untuk bekerja dengan fokus 28mm maka anda akan terbatas untuk bekerja dengan lensa ini saja. 

Salah satu problem pada lensa ini adalah harganya yang relatif mahal dan keterbatasanya hanya untuk fokus tertentu saja. Jadi misalnya anda memilih untuk bekerja dengan fokus 28mm maka anda akan terbatas untuk bekerja dengan lensa ini saja. 

Untuk anda yang kebetulan mempunyai lensa kamera medium format atau kamera 6*6 maka anda dapat memakai Zorkendor adapter, dengan alat ini anda dapat memakai lensa medium format pada kamera SRT anda dan anda juga dapat melakukan perspektif-korektur sebesar 20mm dengan lensa Mamiya 645 sebagai contoh ,sebagai perbandingan biasanya dengan lensa PC anda hanya dapat melakukan perspektif korektur sebesar 16mm kelebihan lainnya yaitu anda dapat merubah fokus lensa yang anda perlukan sesuai kebutuhan anda, sayangnya alat ini hanya di jual di Jerman.

Saya pribadi telah menggunakan alat ini selama kurang lebih 6 tahun untuk pemotrettan arsitektur atau bangunan dan juga pemandangan .Dibawah ini saya sertakan beberapa gambar tentang alat ini juga foto yang diambil dengan alat ini.  

Medium Format

Kamera Medium Format adalah kamera yang biasanya menggunakan rollfilm, besarnya format film ditentukan oleh panjang foto yang direkam diatas kamera. Pada umumnya format film pada Kamera MF dimulai dari format film 4,5cmX6cm, 6cmX6cm, 6cmX7cm, 6cmX8cm, 6cmX9cm, atau ada juga panorama kamera dengan format sampai dengan 6cmX17cm.
Pada umumnya pemakaian Kamera dengan format ini jarang sekali kita temui pada kebanyakan hobby fotografen, karena harga Film serta pencetakan film yang agak mahal dibandingkan dengan kamera jenis SRT.

Kamera ini dipakai bisanya untuk tujuan Komersial atau reproduksi, foto dengan hasil cetak yang besar (contohnya sebagai poster) kelebihan dari format ini adalah dengan ASA film yang sama dengan film pada Kamera SRT(film jenis 135), anda mendapatkan permukaan film yang lebih besar, yang tentunya menghasilkan foto dengan kwalitas cetak yang lebih baik.

Kekurangan atau hambatan yang ada dari pemakaian Kamera jenis ini adalah, pertama selain harga peralatan yang relatif mahal, juga keterbatasan dalam deep of field pada lensa dengan sudut gambar yang sama. contohnya pada kamera SRT anda memerlukan lensa 35mm untuk mendapatkan kurang lebih sudut pemotretan sekitar 80 derajat, untuk mencapai sudut pemotretan yang sama anda harus memakai lensa 65mm pada kamera MF dengan format film 6cmX6cm, tentunya anda dapat bayang kan bahwa dengan lensa 65mm anda mempunyai daerah deep of field yang lebih kecil dibandingkan lensa 35mm, akibatnya untuk mendapat kan daerah deep of field yang setara dengan lensa SRT anda harus memilih rana yang lebih besar (angka rana) yang mengakibatkan anda harus menyesuaikan kecepatan pencahayaan(lebih rendah dari kamera SRT) yang tentunya pada motif tertentu sangat menghambat pemotretan.

Salah satu cara untuk memotret dengan format ini adalah dengan menggunakan kamera tua yang biasanya banyak dijual di beberapa toko Foto, yang lebih terkenal dengan sebutan kamera Lipat ( karena anda dapat melipat lensa dan Bellow ) kamera ini jika tidak dipakai atau untuk transport.)

Biasanya kamera ini banyak dijual sebagai barang antik atau juga barang loakan terutama di Europa. hanya saja biasanya kamera ini tidak memberikan kemungkinan untuk penukaran lensa seperti pada jenis kamera yang mahal.
Untuk anda yang mempunyai dana lebih, anda dapat pula menggunakan kamera buatan rusia yang biasanya mempunyai harga yang agak “murah” dibandingkan kamera buatan jepang atau Eropa.

Keuntungan yang anda dapat dalam mempergunakan kamera MF adalah anda belajar untuk berpikir sebelum memotret apakah motif serta pencahayaan yang anda pilih sesuai (karena harga Film yang lebih mahal) juga membiasakan diri untuk bekerja lebih lambat dari biasanya sehingga tentunya memberikan keuntungan dibandingkan dengan kamera yang menggunakan Film format 135 karena harganya yang relatif murah dan anda dapat memotret maximal sampai 36 frame dalam satu rolfilm (dengan rolfilm 120, dengan format 6cmX6cm anda hanya mendapat 12 frame).

Yashica 124 G

Copy von Rolleicord Va

Iskra

Iskra adalah kamera buatan Rusia (sebetulnya merupak copy dari AGFA ). Sebagaimana kamera copy lainnya. Kamera ini mempunyai karakteristik yang sama denga Agfa. Yang saya kagumi adalah Kontras serta kemampuan Kamera ini yang sangat baik , dibandingkan dengan harga kamera ini.

Kamera ini mempunyai System Rangfinder untuk pemfokusan, Salah satu Faktor yang kurang saya sukai pada kamera ini adalah , mekanisme Transport yang menggoreskan lubang pada Permukaan Film., Pada mekanisme untuk menghitung angka pemotretan yang telah dilakukan.

kamera ini mempunyai data tehnik sebagai berikut: 
film: 60X60mm
jenis:MF-Rangfinder
Lensa: Jupiter-58 75mm :3,5
Speed: B,1sec -1/500sec
Blitzkontakt untuk X atau M sysncronkabel
Berfungsi manuel tanpa Battery
fokus gekoppel dengan Finder
Mempunyai Mekanik penghitung Posisi Film 
Iskra 2 mempunyai Light Messure

Kamera ini juga mempunyai Versi dengan Light meter (ISKRA 2) yang sangat langka. Kamera ini jarang sekali saya pakai untuk pemotretan .

Rolleiflex T

Rolleiflex adalah kamera kamera yang sampai sekarang merupakan satu satunya kamera Reflex yang masih sering ditemui di Jerman.

kamera ini mempunyai data tehnik sebagai berikut: 
film: 60X60mm ,40X40mm atau 40X55mm
jenis: MF-REFLEX
Speed: B,1sec -1/500sec , Syncro-compur
Lensa : Tessar 75 mm : 3,5
Blitzkontakt untuk X sysncronkabel
Berfungsi manuel tanpa Battery
Mempunyai Mekanik penghitung Posisi Film 

Kelebihan dari kamera ini dibandingkan dengan rolleicord adalah(untuk seri Rolleicord T):
Film transport dengan Hebel(shuter dan filmtransport menjadi Satu)
Memungkinkan penggunaan Prisma.
Mempunyai Light Exposure meter

Dengan kamera ini biasanya saya memotret format 60 mm X 60mm ,dengan menggunakan Prisma untuk pemotretan .Film yang biasa saya gunakan biasanya ASA 50 Agfa atau FUJI Velvia. Salah satu kamera Faforit yang biasa saya pergunakan untuk memotret people atau Pemandangan.
Hasil Slide yang saya dapatkan dengan kamera ini biasanya saya Projeksikan dengan Projektor Rollei P11.

Rolleicord Va

Rolleicord adalah salah satu kamera Medium Format jenis SRT dengan Lensa ganda. Kelebihan dari kamera ini adalah Lensa untuk viewer dan lensa untuk film terpisah, sehingga tidak terdapat problem yang biasa dimiliki SRT lensa tunggal.

kamera ini mempunyai data tehnik sebagai berikut: 
film: 60X60mm ,40X40mm atau 40X55mm
jenis: MF-REFLEX
Speed: B,1sec -1/500sec , Syncro-compur
Lensa : Schneider-Kreutz Xenar 75 mm : 3,5
Blitzkontakt untuk X sysncronkabel
Berfungsi manuel tanpa Battery
Mempunyai Mekanik penghitung Posisi Film (dengan kemampuan multi Exposure)

Rolleicord adalah versi simpel dari kamera Rolleiflex, beda kamera jenis rolleiflex dengan rolleicord adalah dalm beberapa hal:

Film transport tidak dengan hebel.
film transport tidak dihubungkan dengan shutter aktivator.
Selain Rolleicord Vb kamera ini tidak memiliki prisma finder
Tidak memiliki Exposure meter

Kamera ini adalah kamera utama yang saya pergunakan untuk memotret medium Format (40mm X 55mm). Dengan mempergunakan aksesori tertentu anda dapat merubah format kamera ini dari 60mm X 60mm menjadi format 40mm X 55mm atau 40mm X 40mm. dan menghasilkan 16 Frame untuk film Mediumformat 120.

Rollei P11(modified to 250 Watt/24 V HLX Halogen)

Semua slide medium format yang saya dapatkan saya projeksikan dengan menggunakan Rollei P11 projektor, Projektor ini dapat dipergunakan untuk memprojeksikan Format 135mm (untuk slide 24mm X 36 mm) dan slide MF (untuk slide 60mm X 60 mm) .


Salah satu kelebihan dari Projektor ini adalah, bentuk serta rancangan yang sangat sederhana sehingga dapat saya perbaiki sendiri . Salah satu problem dari projektor ini adalah penggunaan lampu tabung sebesar 250 Watt yang tentunya menghasilkan panas yang tinggi, Problem ini saya selesaikan dengan memodifikasi Projektor ini ke lampu halogen 250 Watt. (Lampu yang sama dengan Projektor saya yang lain , Kodak SAV 1050). Lampu Halogen HLX 250 Watt ini menghasilkan panas yang hampir tidak berarti, bagi Projektor ini , karena sistim Fan Projektor ini sebenarnya di konstruksikan untuk mendinginkan suhu untuk lampu Tabung sampai 500 Watt, sedangkan cahaya yang dihasilkan kurang lebih 60% lebih terang .
Kelebihan lainya adalah harga lampu Halogen yang lebih murah di bandingkan dengan Lampu Tabung .
Untuk memodifikasi Projektor ini anda hanya membutuhkan Travo 240V -> 24V serta stecker dari Halogen lampu . Saya membutuhkan waktu kira kira 6 Jam kerja untuk memodifikasi Projektor ini. Salah satu hal yang anda harus perhatikan seandainya anda ingin memodifikasi Projektor anda adalah, bahwa letak kawatpijar dari Lampu Halogen harus berada sejajar dari Lampu Tabung yang akan digantikan, sehingga pencahayaan Projektor anda tetap seperti sebelum dimodifikasi. Sebenarnya sangat mudah memodifikasi lampu dari Projektor ini karena sistem lampu dan slide transport sistem dari Projektor ini terpisah, sehingga modifikasi yang saya lakukan tidak mempengaruhi Transport system.

Olympus Six

Kamera ini juga termasuk salah satu kamera yang jarang sekali ditemukan di kamera Borsa di Jerman, karena kamera ini sebenarnya di tujukan untuk pasaran di Amerika. 
Kamera ini dipasarkan kurang lebih pada tahun 1945-1950 . dan terdapat dalam beberapa Variasi tertentu.

kamera ini mempunyai data tehnik sebagai berikut: 
film: 60X60mm atau 45X60mm
jenis: MF-Rangfinder
Speed: B,1sec -1/200sec
Lensa : Olympus Zuiko F.C. 7,5 cm : 3,5
Blitzkontakt untuk X sysncronkabel
Berfungsi manuel tanpa Battery

Dengan kamera ini saya telah motret beberapa motif, dengan hasil yang sangat memuaskan salah satu kelebihan dari kamera ini adalah bentuknya yang kompak sehingga mudah untuk bisa dibawa saat kita bepergian dengan mudah.
salah satu kekurangan dari kamera ini adalah, tidak adanya kemungkinan untuk memnggunakan Blitz konvensional yang ada atau dipasarkan saat ini.

Mamiya Six

Mamiya six adalah kamera medium format , yang mempunyai keistimewaan tertentu, biasanya untuk mengatur fokusierung pada kamera pada umumnya bagian depan lensa atau barrel lensa dari kamera harus berputar atau digerakkan. 

kamera ini mempunyai data tehnik sebagai berikut: 
film: 60X60mm
jenis:MF-Rangfinder
Lensa: KOL Special 7,5cm :3,5
Speed: B,1sec -1/200sec
tanpa Blitzkontakt untuk X atau M sysncronkabel
Berfungsi manuel tanpa Battery
fokus dengan perubahan Permukaan Film (seperti pada kamera SRT Contax AX) gekoppel dengan Finder
Mempunyai Mekanik penghitung Posisi Film 

Pada kamera ini cara pengaturan fokus pada kamera dilakukan dengan memfariasi jarak film ke lensa, dengan cara memnggerakkan panggung dimana film diletakkan, seperti sistim yang kita kenal pada kamera Contax AX. selain itu kamera ini adalah cikalbakal dari kamera Mamiya 6 , atau mamiya 7 yang kita kenal sekarang. untuk Kamera pada waktu kamera ini di Produksi sekitar tahun 1945, kamera ini termasuk kamera yang sangat banyak mempunyai fungsi yang menarik, salh satu dari fungsi itu, adalah filmcounter yang biasanya jarang terdapat pada kamera Medium Format .
Sayang sekali dalam waktu ini saya belum dapat menampilkan gambar dari kamera ini, kamera ini saya dapatkan dalm kondisi yang kurang baik, setelah melalui beberapa usaha untuk memperbaiki saya terakhir harus memperbaiki Below dari kamera ini karena telah dimakan waktu sehingga tidak kedap cahaya lagi.