Revue Auto-Reflex (Half Frame)

Kamera ini sebenarnya diproduksi oleh konica, Revue Auto-Reflex adalah kamera Konica untuk pasaran Eropa(jerman). karena itu semua Informasi atau tulisan di body kamera ini adalah dalam bahasa Jerman.

Salah satu kelebihan dari kamera ini dibandingkan dengan kamera lainya adalah bahwa dengan kamera ini anda dapat membuat foto dari film KB(135). dengan format 24mm X 36mm atau 12mm X 18 mm (lebih dikenal dengan sebutan Halfframe).

Selain membuat kamera dengan keistimewaan diatas Konica juga mengeluarkan adapter bajonet untuk lensa Nikon, Pentax dan Minolta sehingga kamera ini dapat berfungsi dengan lensa-lensa Nikon, Pentax dan Minolta. Kamera ini menarik untuk saya karena denga kamera ini saya dapat membuat copy dari slide dengan format 36mm X 24mm dari hasil pemotretan dengan kamera biasa untuk dicopy sebagai dua foto dalam format 24mm X 36 mm . Hal lain yang menarik adalah bahwa hampir semus lensa -saya yang saya sebut diatas kecuali lensa Nikkor 85mm:1,8 Af dapat saya pakai dalam manual modus dengan kamera ini dengan Bayonet adapter.

Data-data dari kamera Konika Auto-Reflex:

  • Film format : 24 X 36mm & 24 X18 mm
  • lensa : Nikon dengan adapter untuk lensa yang saya sebut diatas kecuali Nikkor 85mm:1,8 Af .
  • Bayonet : Konica AR
  • Kecepatan rana : B,1s – 1/1000 sec , Vertikalshutter(sesuatu yang baru untuk tahun 1965)
  • Blitzsyncron : 1/125 sec , X dan M kontakt
  • Lightmeter: Centerweightmeter
  • Program : Rana automatik (Aperatur Automatik,sesuatu yang baru untuk tahun 1965), manual
  • Lensa Standart : Hexanon 52mm/1,8 manual
  • Dalam modus manual kamera berfungsi tanpa batterie.
  • Diproduksi sekitar Tahun 1965.

Panorama Kamera

Pada dasarnya panorama kamera terbagi dalam 3 jenis:

  • kamera Kamera konvensional dimana Format lensa yang dipakai lebih besar dari pada besar film format . Contohnya: Fuji 6X17 , Linhof Teknorama , VPan, atau kamera yang terbaru dari Hasselblad VPan dengan format film 24X68 mm 
  • Kamera dengan lensa yang berputar pada sumbu tertentu . contohnya : Horizon 202, Noblex atau Widelux. 
  • Terakhir adalah Slitze Kamera dimana dengan kombinasi perputaran film dan celah cahaya pada proses pemotretan terbentuk panorama foto.Contohnya Roundshot, atau AlfaRotor -kamera

Kamera yang akan saya bahas di sini adalah beberapa kamera yang saya pernah miliki dan juga pergunakan untuk memotret ,tentunya pendapat tentang kelemahan serta kelebihan panorama kamera tersebut merupakan pendapat saya pribadi yang kadang kala mungkin tidak sama dengan rekan penggemar fotografi yang lain.

FT 2

Kelebihan : 

  • Film format : 24 X 120 mm 
  • Jenis kamera : panorama dengan sumbu berputar
  • lensa 50mm 
  • Sudut pemotretan: 130 derajat 
  • Kecepatan rana : 1/100, 1/200, 1/400 sec 
  • Diagfragmm : 5.0 
  • Film format yang lebih panjang dari pada kamera yang lainnya. 
  • Kamera ini dibuat sangat sederhana sehingga mudah di perbaiki sendiri Kamera ini tidak memerlukan batteri alias “kamera manual” 

Kekurangan : 

  • Film yang dipergunakan film 135 biasa tetapi harus di gulung khusus dalam roll yang tersedia pada kamera, tanpa roll ini kamera ini tidak dapat dipakai untuk memotret. 
  • Pembatasan pada kecepatan pencahayaan kadang kala sangat mengganggu dalam pangambilan gambar, pada umumnya saya memakai film asa 100-200 Karena format film yang tidak lazim.
  • Film yang di hasilkan hanya dapat di cetak sendiri atau di labor foto tertentu saja. 

Kamera ini meskipun lebih murah dari kamera yang lainnya ,tetapi sangat jarang di temui di pasaran karena sudah tidak di produksi lagi.

Pan2493


  • Film format : 24 X 93 mm
  • Jenis kamera : panorama 
  • lensa : Schneider Augolon 47mm/8 mm 
  • Sudut pemotretan: 94 derajat
  • Kecepatan rana : 1s – 1/500 sec Diagfragmm : 8 – 32 

Kelebihan : 

  • Dapat menggunakan Flash, Flashsyncron sampai 1s – 1/500 s
  • Menggunakan film biasa 
  • Tidak membutuhkan Battery
  • Kekurangan : 
  • Harga yang mahal . (pesanan Khusus yang dibuat spesial hanya di produksi 10 Kamera, kamera saya adalah kamera ke 8 yang dibuat.)
  • Waterpas yang relatif kecil sehingga sangat sulit untuk mengatur horison kamera.


Noblex 135s

  • Film format : 24 X 66 mm
  • Jenis kamera : panorama dengan sumbu berputar
  • lensa 29 mm 
  • Sudut pemotretan: 136 derajat
  • Kecepatan rana : 1/30,1/60,1/125, 1/250, 1/500 sec Diagfragmm : 4,5-16 

Kelebihan : 

  • Satu-satunya kamera yang mempunyai kecepatan rana 1/500 sec sehingga dapat dipakai untuk memotret benda atau moment yang cepat bergerak. 
  • Mempunyai kemampuan multi exposing ,sehingga anda dapat mencahayai negatif yang sama berkali-kali.Kemampuan ini sangat berguna bila anda perlu memotret dengan pencahayaan yang lebih lama dari 1/30sec 
  • Sangat mudah untuk memasukkan film Lensa Tessar dari kamera ini sangat tajam sekali ,sehingga anda dapat memakai diagfragma 4,5 tanpa khawatir akan kwalitas gambar anda. 
  • Kemampuan pada model S dan U untuk menkoreksi perspektif. sejauh 4mm Sangat mudah untuk dipakai 

Kekurangan : 

  • Harga yang mahal .
  • Membutuhkan batteri sebagai sumber tenaga. 
  • Waterpas yang relatif kecil sehingga sangat sulit untuk mengatur horison kamera. 
  • Tombol pengaturan rana yang sangat kecil sehingga ,kadang kala menyakitkan pemakai, tidak bisa terhitung berapa kali saya harus memutuskan kuku jari tangan saya dalam menggunakan kamera ini.

Exa

Seperti pada umumnya mereka yang mempunyai hobi fotografi, pertama hanya fotografi sebagai bagian utama dari hobi ini, setelah lama menjalankan hobi ini keinginan untuk mengkoleksi beberapa kamera, lensa, atau aksesori tertentu mulai timbul.

Exa menjadi pilihan saya karena jenis kamera ini tergolong, rendah harganya dan merupakan kamera, yang banyak ditemui hampir di setiap pasar loak yang ada di jerman(tempat tinggal saya sekarang). 

Bentuk serta kostruksi kamera ini, sangat sederhana. dan alasan lain yang lebih menarik adalah reperasi manual untuk kamera ini mudah di dapat di jerman. Tentunya sebagai kolektor anda selalau dihadapkan pada masalah bahwa anda harus selalu siap untuk mereparasi sendiri kamera anda karena biasanya restaurasi untuk sebuah kamera sangat penting. Sebagai kolektor sebuah kamera anda tentu ingin koleksi kamera anda dalam keadaan yang baik. Tentunya anda bisa saja membeli kamera yang anda inginkan pada toko foto tertentu yang telah merestaurasi kamera tersebut (tentunya dengan harga yang tidak murah) atau anda mencoba seperti saya, membeli kamera tersebut dalam kondisi yang tidak selalu optimal dan meluangkan waktu untuk merestorasi kamera tersebut.

Koleksi saya mulai dengan mendapatkan EXA seri o, dibuat kurang lebih sekitar tahung 1950, dari exa seri ini terdapat beberapa ragam variasi model, model yang saya dapatkan termasuk salah satu model yang jarang atau sedikit sekali di produksi di Jerman Timur waktu itu. Yaitu : Exa Rheinmetal. 

kamera ini mempunyai data tehnik sebagai berikut:

  • film: 24X35mm
  • jenis:SRT
  • Speed: 1/25sec,1/50sec,1/100sec,1/200sec
  • Blitzkontakt untuk X atau M sysncronkabel
  • Berfungsi manuel tanpa Battery
  • mempunyai finder yang dapat anda tukar
  • juga mempunyai focus screen yang dapat anda tukar

Selain itu saya juga memiliki versi terakhir dari kamera ini. Lensa yang saya miliki adalah normal lens 50mm/2,8 dari Tessar. selain itu juga Macro below serta macro lens 50mm/2,8 below untuk below. Dengan lensa ini anda dapat memfokus sampai infinity dengan below . Karena lensa below ini dibuat untuk dipakai bersama-sama below maka lensa ini tidak memiliki focus ring yang biasanya terdapat pada lensa normal.

Tentang hasil serta warna gambar yang di hasilkan dengan kamera ini saya pribadi benar-benar terkejut saat saya mendapatkan kembali slide yang saya hasilkan dari kamera dengan lensa tessar ini, foto ini saya buat dengan lensa tessar 50mm/2,8 dengan kamera Nikon F4, tentunya dengan Adapter.

di artikel ini anda dapat memdapat informasi lebih lanjut bagaimana saya memodifikasei lensa tersebut agar dapat dipakai dengan nikon Digital kamera (d50/d850)

Nikon System

Hampir sebagian besar dari foto yang selama ini saya hasilkan, merupakan hasil dengan nikon system . Kalau anda bertanya mengapa saya memakai system ini tidak system yang lain, alasan saya adalah karena saya terlanjur memilih system ini seperti yang anda ketahui, semangkin lama seseorang menggunakan sebuah system semangkin sulit untuk merubah system yang anda pakai.

Sejalan dengan waktu (hampir kira-kira 20 tahun mengenal hobby fotografi), sekarang saya menggunakan system nikon dengan lensa mulai dari 15mm-500mm, dengan berapa body Analog

Secara keseluruhan gambaran system yang saya pergunakan:

Body Analog:

  • nikon F4
  • nikon F3 Pinslide
  • nikon F801
  • nikon FM2n
  • nikon FG20

Body Digital:

  • nikon D50
  • nikon D850

Lensa:

  • Zeiss Distagon 15mm/2.8 ZF2
  • nikkor AF 20mm/2.8
  • Samyang TS 24mm f3.5 ED AS
  • Mamiya-Sekor 35mm/3.5 N , Zorkendorf PC
  • nikkor AF 35mm/2.0D
  • Voigländer Ultron 40mm/2.0 SL
  • nikkor 50mm /1.8 AiS
  • Olympus Zuiko Macro Auto 50mm f3.5 dengan olympus OM – Nikon F adapter
  • Olympus Zuiko Macro Auto1:1 85mm f4 dengan olympus OM – Nikon F adapter
  • nikkor AF 85mm/1.8
  • nikkor 85mm/2.0 AiS
  • nikkor AF macro 105mm/2.8
  • EL APO Nikkor 135mm/5.6
  • nikkor AF 500mm/4.0 P
  • nikkor AFD 80-200mm/2.8
  • zoom nikkor 35-105mm/3.5-4.5 AI-S
  • nikkor AFS 17-55mm/2.8

Telekonverter:

  • TC 14B
  • TC 301

Assesorie:

  • Blitz SB 24, SB15, SB700
  • SD 7 Blitz powerpack
  • SU 4 Blitzsensor
  • SK17 TTL blitzkabel
  • Kenko makro tube (modifikasi)
  • PB4 (modifikasi) dengan lensa EL APO Nikkor 135mm/5,6 & PS4
  • Zorkendorf PC adapter dengan lensa Mamiya 35mm/3,5 sebagai PC lensa
  • Berbagai Adapter dan Filter

Bersamaan dengan waktu berjalan, cuma lensa nikkor AFD 80-200mm/2,8 sebagai lensa zoom yang masih saya pakai, selebihnya saya lebih suka untuk memakai lensa fix lens ( terutama 35mm, 85mm & 20mm), kalau saya hanya bisa membawa 1 lensa maka saya memilih untuk keluar dengan lensa 40mm.

Kamera System

Kamera adalah salah satu alat yang kita pergunakan untuk menjalankan hobi kita.Hanya saja banyak diantara kita menilai kamera terlalu berlebih lebihan, maksud saya tidak jarang diantara rekan-rekan penggemar fotografi mengeluarkan komentar seperti ini ” wah untung sekali saya mengambil gambar ini dengan kamera X, kalau tidak dengan kamera X, yang mempunyai pengukuran cahaya dengan sistim Z yang selalu akurat dengan lensa Auto-fokus dll.”Apakah komentar itu selalu berlaku untuk penggemar fotografi yang lainnya, menurut pendapat saya tentu saja tidak. Tidak ada kamera merek tertentu yang bisa menjamin anda untuk mendapat hasil pemotretan yang baik dan bermutu. 

Bahasa kerennya ” The man behind the Camera make the Picture, not the Camera “, kalimat itu bukan datang dari saya tetapi datang dari beberapa fotografer terkenal. 

Beberapa waktu terakhir ini saya menyadari arti dari kalimat itu terutama setelah saya mengenal StereoFotografi. sebenarnya tidak ada alat pengukuran cahaya yang tidak mempunyai kelemahan . Sebagai penggemar fotografi kita harus belajar mengetahui dimana kelemahan alat atau Kamera kita, dan berusaha untuk kemudian mengetahui kapan kita harus menggunakan rana atau pencahayaan seperti yang di tunjukkan oleh “Automatik ” dalam kamera kita kapan kita harus mengkoreksi atau menentukan sendiri Variabel Itu .

Sebenarnya tidak sulit untuk mencek, apakah kamera kita memberikan pengukuran yang baik atau tidak.

Beberapa penggemar fotografi angkatan tahun 1945 tentu mengetahui atau pernah mendengar tentang “Sunny law” pengertian dari argumen ini (kita sebut saja dalam bahasa Indonesia sebagai “Aturan matahari” ) kalu kita memakai Film Asa 100 dan matahari bersinar cerah maka speed yang harus kita pakai adalah 1/100 detik dengan rana 16.(tentunya anda harus menyesuaikan speed seandainya anda memakai rana yang lain).

Biasanya ukuran “Aturan matahari” ini bisa anda dapat lihat pada bungkusan Film kalau anda membeli film Baru, dikotak pembungkus itu juga dituliskan dengan speed dan rana berapa anda harus memotret bila cuaca agak mendung, mendung , atau di dalam ruangan. Seandainya dalam saat anda ingin memotret kemudian kamera anda menunjukkan nilai yang lain dalam cuaca yang baik selain (f16, 1/100 detik dengan Asa 100) anda harus bertanya pada diri anda sendiri hal apa yang sebenarnya telah menyebabkan, kekeliruan dalam pengukuran cahaya pada Kamera anda.

Perlu anda ketahui bahwa kamera hanya dapat mengukur cahaya berdasarkan warna abu- abu , jadi seandainya anda mengukur cahaya pada permukaan atau areal yang sebagian besar berwarna putih maka alat penunjuk cahaya anda akan bereaksi seolah olah terlalu banyak cahaya, atau kalau anda mengukur bagian yang berwarna hitam maka automatis kamera anda akan bereaksi seolah olah anda perlu lebih lama membuka shuter kamera anda.

Disaat seperti itulah anda perlu mengetahui bahwa anda harus mengadakan koreksi pada nilai pencahayaan atau rana pada kamera Anda.

Sekali lagi saya tekankan kamera pada dasarnya adalah kotak berisi Film dengan lensa, pendapat yang lebih dari itu adalah berlebih lebihan.

Mudah mudahan komentar ini bisa menjawab beberapa mail yang menanyakan kepada saya apakah saya dapat menyarankan rekan-rekan tertentu tentang alat atau tertentu yang harus mereka pergunakan, untuk mendapat hasi pemotretan yang baik.

Hanya ada tiga resep agar anda dapat mendapat kan hasil pemotretan yang baik:

  1. Berlatih memotret
  2. lalu berlatih memotret
  3. dan memotret dimana saja dan kapan saja

Adapter

Problem:

Anda ingin menggunakan lensa dari system tertentu dengan system lainnya contohnya lensa Leica, Olympus atau Contax ke Body Kamera Nikon

Jawaban:

Beberapa Firma memproduksi Adapter untuk mengadaptasikan lensa dari bayonet tertentu ke Body Kamera.

Faktor yang anda harus perhatikan sebelum melakukan adaptasi Lensa ke Body tertentu:

  • Flage Focus distance:
    Untuk dapat melakukan focusing untuk infinity, Flage Focus dari lensa system anda harus lebih panjang dari Flange Focal Distance kamera anda.
    Untuk pemahaman lebih lanjut anda dapat melihat dari sini .
    Jika Flage Focus lensa yang akan anda pakai itu terlalu pendek itu berarti bahwa anda hanya dapat menggunakan lensa tersebut dengan adapter untuk pemotretan macro, yang tidak membutuhkan focus di infinity.
  • Besar lingkaran gambar dari Lensa yang akan diadaptasi: Faktor besaran lingkaran gambar lensa anda sangat diperlukan jika anda ingin mengadaptasikan lensa anda untuk tujuan Shift atau Tilt, seperti banyak dilakukan pada kamera Studio jaman Analog dulu. Ini berarti anda membutuhkan lensa dengan Ukuran lingkaran gambar yang lebih besar dari Format yang anda Gunakan, contohnya kalau anda memotret dengan Format 135mm anda membutuhkan paling sedikit lensa dari Medium Format 645 / 66 untuk bisa mencakup lingkaran gambar yang lebih besar.

Referensi menarik tentang Flage Focus distance , bisa anda baca di links yang saya ungkapkan di atas.

Beberapa Variasi jenis Adapter Lensa ke body camera dibawah ini:

Zörkendorf Shift Adapter:

lensa: mamiya 645

Body: Nikon F bayonet

Fungsi: sebagai shift lens untuk nikon Body saya, shift faktor +/- 20mm, biasanya lensa shift cuma bisa sampai maksimum 12/15mm tergantung dari spesifikasi Produsen kamera tersebut

Nikon F -Konica Adapter
lensa: Nikon F
Body: Konica bayonet
Fungsi: Adapter Lensa Nikkor pada Body Konica


Novoflex LEINIK Adapter
lensa: Nikon F
Body: Leica M39
Fungsi: Adapter Lensa Nikkor pada Body Leica M39 /Voigländer Bessa R


Adapter Lensa Nikkor pada Body Leica M39


Olympus Pen Nikon F Adapter
lensa: Nikon F
Body: Olympus Pen F/FT
Fungsi: Adapter Lensa Nikkor pada Body
Olympus Pen F/FT


Novoflex Exa Leica M39 Adapter
lensa: Exakta
Body: Leica M39
Fungsi: Adapter Lensa Exakta pada Body M39 /Voigländer Bessa R


Novoflex NIKLEI-K Adapter
lensa: M39
Body: Nikon F
Fungsi: Adapter Lensa M39 / Enlager Lensa pada body Nikon


M42-Nikon F Adapter
lensa: M42
Body: Nikon F
Fungsi: Adapter Lensa M42 pada body Nikon


Zuiko OM -Nikon F Adapter
lensa: Olympus Zuiko OM
Body: Nikon F
Fungsi: Adapter Lensa Olympus Zuiko OM pada body Nikon. biasanya dipakai untuk memasang Lensa Olympus Zuiko OM ke body Nikon. (Adapter ini tidak dapai dipakai untuk focus sampai infinity). Untuk saya sendiri tidak diperlukan, karena adaptasi ini saya gunakan untuk mengadaptasi Macro Below Lens dari Olympus yang sangat terkenal sangat baik untuk pemotretan Macro pada Body kamera Nikon terutama DSRL dengan Bellow PB4 yang telah saya modifikasi.


Nikon F-C Mount Adapter
lensa: Nikon F
Body: C-Mount Kamera Film super8
Fungsi: Adapter Lensa Nikon pada body
Kamera Film super8 (atau bisa juga Raspberry pi camera yang Terbaru)


Kenko Fisheye Adapter
lensa: Fisheye untuk semua lensa dengan VII thread
Body: Untuk semua Lensa dengan Filter 49 mm
Fungsi: Mengubah Sudut lensa menjadi 360° Fisheye,
Ada dapat menggunakannya dari lensa 30mm-200mm

Rangfinder

Kamera Rangfinder atau sucherkamera adalah kamera yang agak berbeda dengan SRT kamera. Perbedaan yang utama adalah bahwa kamera dengan sebutan rangfinder mempunyai 2 optik system yang terpisah untuk pengaturan fokus dan Pengambilan gambar, dengan kata lain Optik system untuk mengatur fokus atau jarak ke motif terpisah dengan Optik system dimana Foto diambil, pengaturan Fokus biasanya dilakukan dengan system perbedaan paralax.

Keuntungan kamera dengan system ini adalah , biasanya Body kamera lebih kompak dibandingkan dengan kamera SRT, karena kamera ini tidak mempunyai reflex mirrow. Hampir semua Pocket kamera adalah Rangfinder kamera.

Salah satu perbedaan yang menyolok dibandingkan dengan SRT, adalah dengan kamera jenis ini anda tidak akan mengalami saat gelap seperti pada Kamera SRT, yang saya maksud dengan “saat gelap” pada kamera SRT adalah moment dimana reflex mirrow bergerak ke atas untuk melewatkan sinar dari lensa ke permukaan film.

Kelebihan kamera ini dibandingkan dengan SRT:
Anda dapat terus mengikuti momentum Pemotretan karena finder system terpisah dengan film optik system
Kamera ini lebih kompak dibandingkan dengan SRT.

Kelemahan dari kamera ini dibandingkan dengan SRT:
Tidak begitu cocok untuk memotret macro, karena perbedaan paralax Finder Optik dengan film optik.
Keterbatasan penggunaan lensa , karena biasanya sudut pengambilan foto pada Rangfinder kamera hanya terbatas dengan Marker dengan sudut tertentu saja yang terdapat pada Finder kamera.

Taxona
Film format : 24 X 24mm
Finder : 37mm, 35mm
lensa : Fixlens 37,5mm/3,5 ,35mm/3,5
Kecepatan rana : B,1s – 1/100 sec 
Blitzsyncron : pada semua Speed 1s – 1/100 sec

Olympus XA 4
Film format : 24 X 36mm
Finder : 28mm
lensa : Fixlens 28mm/ f2,8
Kecepatan rana : B,1s – 1/500 sec 
Blitzsyncron : pada semua Speed 1s – 1/60 sec
Lightmeter: Centerweightmeter

Rollei LED
Film format : 24 X 36mm
Finder : 40mm
lensa : Fixlens 40mm/ f3,5
Kecepatan rana : B,1/30s – 1/500 sec 
Blitzsyncron : pada semua Speed 1/30s – 1/500 sec
Lightmeter: Centerweightmeter(LED)

Rollei 35
Film format : 24 X 36mm
Finder : 40mm
lensa : Fixlens 40mm/ f3,5
Kecepatan rana : B,1s – 1/500 sec 
Blitzsyncron : pada semua Speed 1s – 1/500 sec
Lightmeter: Centerweightmeter(LED)

Robot Star 50
Film format : 24 X 24mm
Finder : 40mm, 75 mm
lensa : 40mm/ f1,9
Kecepatan rana : B,4s – 1/500 sec
Blitzsyncron : pada semua Speed 1s – 1/500 sec
Keistimewaan : film transport automatik untuk 50 Frame
Jumlah gambar untuk film 136(55 Frame)

Olympus SP
Film format : 24 X 36mm
Finder : 42mm/ f1,7
lensa : Fixlens 42mm
Kecepatan rana : B,1s – 1/500 sec 
Blitzsyncron : pada semua Speed 1s – 1/500 sec
Lightmeter: Spotmeter ,Centerweightmeter

Canon P
Film format : 24 X 36mm
Finder : 35mm, 50mm , FineFokus 
lensa : dari 12mm -135 mm
Bayonet : Leica screw 39mm
Kecepatan rana : X,B,T,1s – 1/1000 sec 
Blitzsyncron : 1/50 sec

Bessa R
Film format : 24 X 36mm
Finder : 35mm, 50mm , 75mm, 90mm 
lensa : dari 12mm -135 mm
Bayonet : Leica screw 39mm
Kecepatan rana : B,1s – 1/2000 sec 
Blitzsyncron : 1/125 sec
Lightmeter: Centerweightmeter

Medium Format

Kamera Medium Format adalah kamera yang biasanya menggunakan rollfilm, besarnya format film ditentukan oleh panjang foto yang direkam diatas kamera. Pada umumnya format film pada Kamera MF dimulai dari format film 4,5cmX6cm, 6cmX6cm, 6cmX7cm, 6cmX8cm, 6cmX9cm, atau ada juga panorama kamera dengan format sampai dengan 6cmX17cm.
Pada umumnya pemakaian Kamera dengan format ini jarang sekali kita temui pada kebanyakan hobby fotografen, karena harga Film serta pencetakan film yang agak mahal dibandingkan dengan kamera jenis SRT.

Kamera ini dipakai bisanya untuk tujuan Komersial atau reproduksi, foto dengan hasil cetak yang besar (contohnya sebagai poster) kelebihan dari format ini adalah dengan ASA film yang sama dengan film pada Kamera SRT(film jenis 135), anda mendapatkan permukaan film yang lebih besar, yang tentunya menghasilkan foto dengan kwalitas cetak yang lebih baik.

Kekurangan atau hambatan yang ada dari pemakaian Kamera jenis ini adalah, pertama selain harga peralatan yang relatif mahal, juga keterbatasan dalam deep of field pada lensa dengan sudut gambar yang sama. contohnya pada kamera SRT anda memerlukan lensa 35mm untuk mendapatkan kurang lebih sudut pemotretan sekitar 80 derajat, untuk mencapai sudut pemotretan yang sama anda harus memakai lensa 65mm pada kamera MF dengan format film 6cmX6cm, tentunya anda dapat bayang kan bahwa dengan lensa 65mm anda mempunyai daerah deep of field yang lebih kecil dibandingkan lensa 35mm, akibatnya untuk mendapat kan daerah deep of field yang setara dengan lensa SRT anda harus memilih rana yang lebih besar (angka rana) yang mengakibatkan anda harus menyesuaikan kecepatan pencahayaan(lebih rendah dari kamera SRT) yang tentunya pada motif tertentu sangat menghambat pemotretan.

Salah satu cara untuk memotret dengan format ini adalah dengan menggunakan kamera tua yang biasanya banyak dijual di beberapa toko Foto, yang lebih terkenal dengan sebutan kamera Lipat ( karena anda dapat melipat lensa dan Bellow ) kamera ini jika tidak dipakai atau untuk transport.)

Biasanya kamera ini banyak dijual sebagai barang antik atau juga barang loakan terutama di Europa. hanya saja biasanya kamera ini tidak memberikan kemungkinan untuk penukaran lensa seperti pada jenis kamera yang mahal.
Untuk anda yang mempunyai dana lebih, anda dapat pula menggunakan kamera buatan rusia yang biasanya mempunyai harga yang agak “murah” dibandingkan kamera buatan jepang atau Eropa.

Keuntungan yang anda dapat dalam mempergunakan kamera MF adalah anda belajar untuk berpikir sebelum memotret apakah motif serta pencahayaan yang anda pilih sesuai (karena harga Film yang lebih mahal) juga membiasakan diri untuk bekerja lebih lambat dari biasanya sehingga tentunya memberikan keuntungan dibandingkan dengan kamera yang menggunakan Film format 135 karena harganya yang relatif murah dan anda dapat memotret maximal sampai 36 frame dalam satu rolfilm (dengan rolfilm 120, dengan format 6cmX6cm anda hanya mendapat 12 frame).

Yashica 124 G

Copy von Rolleicord Va

Iskra

Iskra adalah kamera buatan Rusia (sebetulnya merupak copy dari AGFA ). Sebagaimana kamera copy lainnya. Kamera ini mempunyai karakteristik yang sama denga Agfa. Yang saya kagumi adalah Kontras serta kemampuan Kamera ini yang sangat baik , dibandingkan dengan harga kamera ini.

Kamera ini mempunyai System Rangfinder untuk pemfokusan, Salah satu Faktor yang kurang saya sukai pada kamera ini adalah , mekanisme Transport yang menggoreskan lubang pada Permukaan Film., Pada mekanisme untuk menghitung angka pemotretan yang telah dilakukan.

kamera ini mempunyai data tehnik sebagai berikut: 
film: 60X60mm
jenis:MF-Rangfinder
Lensa: Jupiter-58 75mm :3,5
Speed: B,1sec -1/500sec
Blitzkontakt untuk X atau M sysncronkabel
Berfungsi manuel tanpa Battery
fokus gekoppel dengan Finder
Mempunyai Mekanik penghitung Posisi Film 
Iskra 2 mempunyai Light Messure

Kamera ini juga mempunyai Versi dengan Light meter (ISKRA 2) yang sangat langka. Kamera ini jarang sekali saya pakai untuk pemotretan .

Rolleiflex T

Rolleiflex adalah kamera kamera yang sampai sekarang merupakan satu satunya kamera Reflex yang masih sering ditemui di Jerman.

kamera ini mempunyai data tehnik sebagai berikut: 
film: 60X60mm ,40X40mm atau 40X55mm
jenis: MF-REFLEX
Speed: B,1sec -1/500sec , Syncro-compur
Lensa : Tessar 75 mm : 3,5
Blitzkontakt untuk X sysncronkabel
Berfungsi manuel tanpa Battery
Mempunyai Mekanik penghitung Posisi Film 

Kelebihan dari kamera ini dibandingkan dengan rolleicord adalah(untuk seri Rolleicord T):
Film transport dengan Hebel(shuter dan filmtransport menjadi Satu)
Memungkinkan penggunaan Prisma.
Mempunyai Light Exposure meter

Dengan kamera ini biasanya saya memotret format 60 mm X 60mm ,dengan menggunakan Prisma untuk pemotretan .Film yang biasa saya gunakan biasanya ASA 50 Agfa atau FUJI Velvia. Salah satu kamera Faforit yang biasa saya pergunakan untuk memotret people atau Pemandangan.
Hasil Slide yang saya dapatkan dengan kamera ini biasanya saya Projeksikan dengan Projektor Rollei P11.

Rolleicord Va

Rolleicord adalah salah satu kamera Medium Format jenis SRT dengan Lensa ganda. Kelebihan dari kamera ini adalah Lensa untuk viewer dan lensa untuk film terpisah, sehingga tidak terdapat problem yang biasa dimiliki SRT lensa tunggal.

kamera ini mempunyai data tehnik sebagai berikut: 
film: 60X60mm ,40X40mm atau 40X55mm
jenis: MF-REFLEX
Speed: B,1sec -1/500sec , Syncro-compur
Lensa : Schneider-Kreutz Xenar 75 mm : 3,5
Blitzkontakt untuk X sysncronkabel
Berfungsi manuel tanpa Battery
Mempunyai Mekanik penghitung Posisi Film (dengan kemampuan multi Exposure)

Rolleicord adalah versi simpel dari kamera Rolleiflex, beda kamera jenis rolleiflex dengan rolleicord adalah dalm beberapa hal:

Film transport tidak dengan hebel.
film transport tidak dihubungkan dengan shutter aktivator.
Selain Rolleicord Vb kamera ini tidak memiliki prisma finder
Tidak memiliki Exposure meter

Kamera ini adalah kamera utama yang saya pergunakan untuk memotret medium Format (40mm X 55mm). Dengan mempergunakan aksesori tertentu anda dapat merubah format kamera ini dari 60mm X 60mm menjadi format 40mm X 55mm atau 40mm X 40mm. dan menghasilkan 16 Frame untuk film Mediumformat 120.

Rollei P11(modified to 250 Watt/24 V HLX Halogen)

Semua slide medium format yang saya dapatkan saya projeksikan dengan menggunakan Rollei P11 projektor, Projektor ini dapat dipergunakan untuk memprojeksikan Format 135mm (untuk slide 24mm X 36 mm) dan slide MF (untuk slide 60mm X 60 mm) .


Salah satu kelebihan dari Projektor ini adalah, bentuk serta rancangan yang sangat sederhana sehingga dapat saya perbaiki sendiri . Salah satu problem dari projektor ini adalah penggunaan lampu tabung sebesar 250 Watt yang tentunya menghasilkan panas yang tinggi, Problem ini saya selesaikan dengan memodifikasi Projektor ini ke lampu halogen 250 Watt. (Lampu yang sama dengan Projektor saya yang lain , Kodak SAV 1050). Lampu Halogen HLX 250 Watt ini menghasilkan panas yang hampir tidak berarti, bagi Projektor ini , karena sistim Fan Projektor ini sebenarnya di konstruksikan untuk mendinginkan suhu untuk lampu Tabung sampai 500 Watt, sedangkan cahaya yang dihasilkan kurang lebih 60% lebih terang .
Kelebihan lainya adalah harga lampu Halogen yang lebih murah di bandingkan dengan Lampu Tabung .
Untuk memodifikasi Projektor ini anda hanya membutuhkan Travo 240V -> 24V serta stecker dari Halogen lampu . Saya membutuhkan waktu kira kira 6 Jam kerja untuk memodifikasi Projektor ini. Salah satu hal yang anda harus perhatikan seandainya anda ingin memodifikasi Projektor anda adalah, bahwa letak kawatpijar dari Lampu Halogen harus berada sejajar dari Lampu Tabung yang akan digantikan, sehingga pencahayaan Projektor anda tetap seperti sebelum dimodifikasi. Sebenarnya sangat mudah memodifikasi lampu dari Projektor ini karena sistem lampu dan slide transport sistem dari Projektor ini terpisah, sehingga modifikasi yang saya lakukan tidak mempengaruhi Transport system.

Olympus Six

Kamera ini juga termasuk salah satu kamera yang jarang sekali ditemukan di kamera Borsa di Jerman, karena kamera ini sebenarnya di tujukan untuk pasaran di Amerika. 
Kamera ini dipasarkan kurang lebih pada tahun 1945-1950 . dan terdapat dalam beberapa Variasi tertentu.

kamera ini mempunyai data tehnik sebagai berikut: 
film: 60X60mm atau 45X60mm
jenis: MF-Rangfinder
Speed: B,1sec -1/200sec
Lensa : Olympus Zuiko F.C. 7,5 cm : 3,5
Blitzkontakt untuk X sysncronkabel
Berfungsi manuel tanpa Battery

Dengan kamera ini saya telah motret beberapa motif, dengan hasil yang sangat memuaskan salah satu kelebihan dari kamera ini adalah bentuknya yang kompak sehingga mudah untuk bisa dibawa saat kita bepergian dengan mudah.
salah satu kekurangan dari kamera ini adalah, tidak adanya kemungkinan untuk memnggunakan Blitz konvensional yang ada atau dipasarkan saat ini.

Mamiya Six

Mamiya six adalah kamera medium format , yang mempunyai keistimewaan tertentu, biasanya untuk mengatur fokusierung pada kamera pada umumnya bagian depan lensa atau barrel lensa dari kamera harus berputar atau digerakkan. 

kamera ini mempunyai data tehnik sebagai berikut: 
film: 60X60mm
jenis:MF-Rangfinder
Lensa: KOL Special 7,5cm :3,5
Speed: B,1sec -1/200sec
tanpa Blitzkontakt untuk X atau M sysncronkabel
Berfungsi manuel tanpa Battery
fokus dengan perubahan Permukaan Film (seperti pada kamera SRT Contax AX) gekoppel dengan Finder
Mempunyai Mekanik penghitung Posisi Film 

Pada kamera ini cara pengaturan fokus pada kamera dilakukan dengan memfariasi jarak film ke lensa, dengan cara memnggerakkan panggung dimana film diletakkan, seperti sistim yang kita kenal pada kamera Contax AX. selain itu kamera ini adalah cikalbakal dari kamera Mamiya 6 , atau mamiya 7 yang kita kenal sekarang. untuk Kamera pada waktu kamera ini di Produksi sekitar tahun 1945, kamera ini termasuk kamera yang sangat banyak mempunyai fungsi yang menarik, salh satu dari fungsi itu, adalah filmcounter yang biasanya jarang terdapat pada kamera Medium Format .
Sayang sekali dalam waktu ini saya belum dapat menampilkan gambar dari kamera ini, kamera ini saya dapatkan dalm kondisi yang kurang baik, setelah melalui beberapa usaha untuk memperbaiki saya terakhir harus memperbaiki Below dari kamera ini karena telah dimakan waktu sehingga tidak kedap cahaya lagi.